WNK – “Pengkhianatan Amanah”, demikan sebuah kalimat yang pas untuk mengungkapkan kondisi pasca Bencana Seroja tahun 2021.
Bencana yang merenggut nyawa 17 orang dan beberapa rumah warga ikut terbawa bahkan jembatan yang menghubungkan Desa Pido dan Desa Lippang, Kecamatan Alor Timur Laut pun ambruk terbawa Banjir Bandang akibat bencana Seroja.
Jembatan tersebut merupakan akses satu-satunya yang harus dilalui masyarakat dari kedua Desa tersebut.
Terasa pahit bagi warga Pido dan Lippang karena sangat sulit dibantu sarana penghubung dengan anggaran Pemerintah Pusat, tiba-tiba dibawa Seroja dalam waktu sekejab.

Ironisnya, akses ini harus dilalui sejumlah peserta didik SD maupun SMP dari seberang sungai Lippang ke Pido dan peserta didik SMA dri Pido yang bersekolah di SMA Negeri Pido.
“Jika lambat dibangun maka akibatnya pada musim hujan anak-anak sekolah sulit menyebrang untuk menimbah ilmu”, ungkap masyarakat setempat kepada Warta Nusa Kenari, Senin 19 Januari 2026.
Tak terasa warga Pido dan Lippang akan merayakan ulang tahun serta doa dan harapan umur panjang akan ambruknya Jembatan penghubung sungai Lippang sepertinya mati rasa soal kepedulian Pemerintah.
Menurut informasi, Tim Verifikasi Lapangan dari BNPB telah meninjau lokasi jembatan penghubung pada tanggal 6 Juni 2025 yang lalu untuk memastikan kadar material dan lain sebagainya.
“Apakah ini hiburan bagi masyarakat yg jauh dari informasi ataukah sementara dalam perjalanan yang seperti sudah tiba tapi belum sampai?”, tanya mereka.

“Pembangunan jembatan di Lippang ini apakah termasuk dalam prioritas usulan atau baru berada pada tahap survei dan verivikasi mencari waktu yang tepat”, tambanya.
Masyarakat setempat sangat mengharapkan jembatan yang layak dapat beroperasi pada tahun 2026, menggantikan infrastruktur lama yang hilang akibat bencana Seroja beserta ruas jalan Lippang-Pido yang mana sudah terbawa juga oleh Seroja.
Masyarakat berharap, pada saat merayakan ulang tahun yang ke-6 ini tidak lagi diatas tumpukan janji dan harapan yang miris.
Penulis: Yusub N. Lande
Editor: Markus Kari















