WNK – Menindak lanjuti informasi terkait dengan dugaan adanya “permainan gelap” alat kesehatan dan obat-obatan di Rumah Sakit Daerah (RSD) Kalabahi, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, Wartawan Nusa Kenari telah melakukan investigasi di ruang IGD RSUD Kalabahi pada Kamis, 22 Januari 2026 pagi tadi.
Dalam investigasi tersebut, pihak dokter yang bertugas di IGD RSD Kalabahi menolak memberikan pernyataan.
Selain itu, saat Wartawan melakukan pemotretan untuk dilakukan pemberitaan ini pun tetap ditolak. Sementara media ini melakukan pelayanan terkait informasi publik.
Melalui media ini, terkait pelayanan publik yang dilakukan oleh pihak medis IGD RSD Kalabahi, para dokter di RSD Kalabahi menutup informasi kepada wartawan untuk di publikasikan.
Sebelumnya diberitakan, menyangkut pasien BPJS pemerintah yang mestinya ditanggung oleh pihak RSD Kalabahi, namun para dokter menyuruh pasien untuk membeli obat di luar.
Saat ditanya wartawan, dokter lebih memilih menolak memberikan tanggapan kepada wartawan.
Untuk itu, pelayanan BPJS Pemerintah di IGD RSD Kalabahi tidak dirasakan oleh para pasien.
“Kami akan menyurati Kementerian Kesehatan RI terkait pelayanan yang tidak maksimal oleh dokter di RSD Kalabahi, dan juga tidak merasakan Fasilitas Alat Kesehatan yang sudah dibelanjakan oleh Pemerintah untuk pelayanan medis di RSD Kalabahi”, ujar narasumber terpercaya yang tidak ingin namanya dipublikasikan kepada Wartawan Warta Nusa Kenari.
Penulis: Sius Djobo
Editor: Markus Kari















