WNK – Oknum Kepala Desa di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur dengan inisial EL (41) terpaksa gigit jari setelah menjadi korban pemersan video call sex atau vcs. Akibat kejadian tersebut, EL mengalami kerugian materiil hingga mencapai Rp. 27.500.000.
Kejadian bermula sejak hari Jumat 6 Februari 2026 sekitar pukul 09.55 (WITA) saat korban sedang mandi, tiba-tiba korban mendapatkan panggilan video call dari pelaku. Pada saat korban merespon video call tersebut, terlihat pelaku dalam kondisi tidak berpakaian sedang memainkan alat vital kelamin perempuannya sambil menunjukkan kepada korban.
Tak berselang lama sekitar beberapa menit kemudian pelaku mematikan panggilan video call tersebut, dan korban melakukan video call balik dengan tujuan ingin mengetahui perbuatan iseng itu kepada dirinya. Akan tetapi pelaku tidak merespons. Mirisnya, korban mendapatkan pesan whatsapp dengan menggunakan foto profil salah satu Camat di Alor dan dua orang lainnya yang dikenal korban dengan meminta bantuan Tim Siber Mabes Polri yang diduga itu palsu untuk mendesak korban.
Dengan ancaman pelaku meminta korban mengirimkan atau mentransfer uang sejumlah Rp. 27.500.000, secara bertahap sebanyak sebelas kali pengiriman.
Alhasil, korban dengan terpaksa mengirimkan sejumlah uang tersebut, dikarenakan dirinya diancam pelaku akan memviralkan foto korban ke media sosial.
Merasa panik dan ketakutan atas kejadian tersebut, korban yang merasa sudah diperas dan ditipu oleh pelaku vcs mendatangi ke Pos Pelayanan Polres Alor di Kalabahi, Senin 16 Februari 2026.
Kehadirannya di Mapolres Alor ini guna melaporkan persoalan vcs yang menimpa dirinya untuk diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.
Korban EL mengaku sangat terpukul secara psikologi. Selain kehilangan uang dalam jumlah besar, Ia kini hidup dalam bayang-bayang ketakutan akan penyebaran video asusila yang direkam secara ilegal oleh pelaku.
Dalam pernyataannya kepada Wartawan Warta Nusa Kenari saat di Kantor Kepolisian Resor (Polres) Alor, korban meminta secara khusus kepada Kapolres Alor agar laporan polisinya diproritaskan.
“Saya sangat berharap kepada bapak Kapolres Alor dan jajarannya, untuk segera menangkap pelaku. Saya sudah menyerahkan semua bukti transfer dan nomor rekening tujuan. Jangan sampai ada korban lain, cukup saya yang terakhir”, ucap El.
Penulis: Sius Djobo
Editor: Markus Kari















