Example floating
Example floating
KesehatanBeritaDaerah

Plt. Kapus Lantoka Buka Suara, Aritonang Bantah Tudingan Salahgunakan Ambulans: Kami Sedang Pelayanan Pusling Di Takala Alor Timur

241
×

Plt. Kapus Lantoka Buka Suara, Aritonang Bantah Tudingan Salahgunakan Ambulans: Kami Sedang Pelayanan Pusling Di Takala Alor Timur

Sebarkan artikel ini

WNK – Plt. Kepala Puskesmas (Kapus) Lantoka Aritonang Laaduka, buka suara terkait maraknya tudingan terhadap dirinya yang diduga menyalahgunakan fasilitas kesehatan terkait ambulance saat Pasien Emergency yang ingin dirujuk ke Rumah Sakit Daerah (RSD) Kalabahi.

Aritonang menjelaskan bahwa, pada tanggal 23 Februari 2026 itu, Dirinya bersama tim kesehatan Puskesmas Lantoka melakukan kegiatan Puskesmas Keliling (Pusling) menggunakan Ambulance Puskesmas Lantoka di tempat yang sangat sulit yaitu di Desa Maukuru khususnya di dusun 2 Takala, Kecamatan Alor Timur, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur.

Kalau seperti biasanya lanjutnya, aktivitas perjalanan menggunakan kendaraan roda empat di musim panas hanya menempuh perjalanan sekitar 4-5 jam. Namun dengan kondisi cuaca yang sangat ekstrem, Ia bersama tim harus menempuh perjalanan 8-9 jam bahkan harus bermalam di tempat-tempat tertentu.

“Jadi di tanggal 23 Februari 2026 itu kami jalan (star dari Puskesmas Lantoka) dengan kondisi cuaca yang pada saat itu memang lagi ekstrem (tidak baik), sehingga kami sampai di (Desa) Mausamang itu sudah masuk jam 10 malam. Sehingga kami harus istrahat sambil menunggu air kali Mausamang itu harus surut (kering), jadi kami tidur di pondoknya warga. Lalu paginya sekitar jam 9 begitu kami lihat air di kali Mausamang sudah surut (kering) kami lanjut perjalanan ke Takala”, kisah Aritonang kepada Wartawan Warta Nusa Kenari, Senin 23 Maret 2026 di Kalabahi.

Baca Juga:  Polres Sikka Tetapkan Dua Orang Tersangka Kasus TPPO

Lebih lanjut kata Ato panggilan akrab Plt. Kapus Lantoka, Ia bersama tim baru tiba di Takala sekitar jam 10 pagi di tanggal 24 Februari 2026.

“Nah, sementara kami melaksanakan pelayanan berlangsung kepada masyarakat disana, kira-kira kurang lebih di jam 11 (pagi) Dokter Puskesmas Lantoka Whatsapp melalui salah satu tenaga kesehatan yang bersama-sama dengan kami. Isinya WhatsAppnya itu ada Pasien Emergency yang segera dirujuk ke Rumah Sakit Daerah Kalabahi”, ungkap Plt. Kapus Lantoka.

Dengan kondisi tersebut, secara manusiawi tidak memungkinkan mobil ambulans yang membawa tim kesehatan harus kembali ke Puskesmas Lantoka. Namun, Ia dengan segala upaya koordinasi harus mengambil keputusan untuk menghubungi pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Alor untuk membantu Mobil Ambulans Call Center.

Baca Juga:  2 Oknum Polisi Diduga Tembak Warga Alor Tak Bersalah Mengenai Paha Kiri, Korban Menjalani Operasi

“Saya sudah hubungi Ibu Sekretaris Dinas Kesehatan untuk meminta bantuan mobil ambulans call center. Karena hitungannya kalau dari Kalabahi ke Lantoka itu perjalanan 2-3 jam. Sedangkan kami harus kembali perjalanan dari Takala ke Puskesmas Lantoka sekitar 8-9 jam dan tidak memungkinkan. Apalagi Pasien itu Emergency. Saya sampaikan kepada sopir ambulans yang kami gunakan dan saya minta kita juga harus kembali ke Puskesmas Lantoka”, ujar Ato.

“Karena kita punya kondisi medan (jalan) seperti itu, ketika kami sampailah di Mausamang kami mendapatkan telepon dari petugas (perawat) jaga di Puskesmas Lantoka bahwa pasien ini membutuhkan segera rujuk ke Rumah Sakit Daerah Kalabahi. Jadi saya sampaikan bahwa mobil ambulans call center Dinas Kesehatan sudah dalam perjalanan menuju Puskesmas Lantoka untuk jemput pasien” lanjutnya.

“Dengan kecepatan tinggi kami tiba di Puskesmas Lantoka dan kami temukan Pasien Emergency itu sudah dijemput oleh Mobil Ambulance Call Center Dinas Kesehatan dan sudah diberangkatkan ke Rumah Sakit Daerah Kalabahi”, tambahnya lagi.

Baca Juga:  Transformasi Birokrasi Digital, Bupati Sikka Launching Penerapan SRIKANDI

Plt. Kapus Lantoka ini menegaskan, pernyataan dokter dan oknum nakes yang menyampaikan bahwa Pasien Emergency ini terlantar dan lain sebagainya itu tidak benar.

“Pasien Emergency terlantar itu tidak benar. Soal terlantar itu bukan berarti bahwa tidak ada tindakan lalu tidak ada pertolongan. Pasien Emergency itu kan ditolong oleh Dokter dan perawat. Tidak ada keluarga Pasien Emergency itu yang keberatan atau protes dan marah-marah. Bahkan sampai dengan mengambil tindakan yang lain-lain itu tidak ada”, tegas Ato.

Plt. Kapus Lantoka menyampaikan bahwa, setelah merespon kebutuhan Pasien Emergency, pelayanan puskesmas keliling di Takala dihentikan.

“Karena memang saat WhatsApp itu bilang Pasien Emergency, sementara itu kami ada pelayanan kesehatan. Jadi sebagian besar masyarakat di Takala itu belum terlayani dengan Pusling (Pelayanan Puskemas Keliling) ini, karena harus kembali ke Puskesmas Lantoka”, ujarnya.

Penulis: Markus Kari
Editor: Red