Example floating
Example floating
DaerahBudayaNasionalNTTPendidikan

Inisiatif Masyarakat Swadaya Bangun Jembatan Darurat Dapat Perhatian Serius, Anggota DPRD Alor Ernes Mokoni Hadir Langsung

129
×

Inisiatif Masyarakat Swadaya Bangun Jembatan Darurat Dapat Perhatian Serius, Anggota DPRD Alor Ernes Mokoni Hadir Langsung

Sebarkan artikel ini

WNK – Pembangunan Jembatan Penyeberangan darurat antara Desa Pido dan Desa Kenarimbala, Kecamatan Alor Timur Laut (ATL), Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur secara swadaya masyarakat RW 01 Ilemang, mendapat perhatian serius dari berbagai pihak, diantaranya Kodim 1622/Alor, Pemerintah dan DPRD Kabupaten Alor.

Kodim 1622 Alor melalui Babinsa Hesron Maure melakukan pengecekkan ke lokasi tersebut pada Rabu 21 Januari 2026 lalui.

“Kami juga hanya datang melihat langsung keluhan warga dan juga kondisi ini. Memang harus kami lanjutkan ke pihak atasan untuk dapat dipertimbangkan”, kata Hesron.

“Kami menunggu kehadiran bapak (TNI) di kampung (lokasi ini) untuk menghapus duka kami ini”, ujar salah satu masyarakat setempat.

Setelah Badai Seroja tahun 2021 lanjutnya, masyarakat setempat tidak bisa melakukan aktivitas dii setiap musim hujan ini.

“Kami tidak bisa melakukan aktifitas terlebih pada musim hujan. Anak-anak tidak bisa ke sekolah. Ileh sebab itu, kami sangat membutuhkan Bantuan Jembatan ini, apapun bahannya kami siap menerima. Kami tidak butuh yang mewah-mewah, yang terpenting adalah bisa menjawab kebutuhan kami lebih khusus anak sekolah”, bebernya.

Sementara itu, Kepala Desa Pido Petrus L. Lande menyampaikan, pihaknya telah mengusulkan pembuatan jembatan penyeberangan ini melalui musyawarah di tingkat Desa dan Kecamatan.

Baca Juga:  Gratis! Disarpus Alor Akan Gelar Sejumlah Perlombaan Perpustakaan, Budaya Baca Dan Literasi 2026

Dengan kehadiran Babinsa Kodim 1622/Alor ini, pihaknya menyampaikan rasa syukur dan berharap dalam waktu singkat bisa bertemu Pimpinan TNI di Kabupaten Alor ini.

“Kami juga terus mengusulkan setiap Musrenbangdes sampai kepada Musrenbangcam, tapi entah apa yang menjadi kendala kami juga tidak tau (tidak dikerjakan)”, beber Petrus.

“Tapi, saya atas nama warga masyarakat 3 Desa (Pido, Lippang dan Kenarimbala) menyampaikan terima kasih banyak, karena dari pihak Kodim (Alor) sudah hadir disini untuk melihat secara langsung. Urusan selanjutnya kami akan bertemu Pak Dandim (Alor) secepatnya untuk memohon agar secepatnya kami mendapatkan bantuan jembatan ini”, harapnya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Obeth Bolang menyampaikan bahwa, pemerintah daerah terus berjuang untuk mendapatkan alokasi dana khusus dari pemerintah pusat untuk pembangunan jembatan bagi wilayah yang terdampak bencana Seroja pada April 2021 yang lalu.

“Proses tidak segampang membalik telapak tangan. Kami selaku pemerintah daerah sudah lengkapi semua syarat, hanya menunggu arahan selanjutnya. Yang jelas bahwa, kami sudah disampaikan bahwa untuk Kabupaten Alor ada 3 Jembatan (Kalunan, Nule dan Pido) yang sudah dialokasikan anggaran. Hanya ada bencana di Sumatera dan Aceh, sehingga dananya dialihkan kesana untuk membantu korban bencana juga”, jelasnya.

Baca Juga:  Kemensos RI Melalui Sentra Efata Kupang Gelar Operasi Katarak Gratis Di RSD Kalabahi

“Yang jelas dalam bulan ini, kami disuruh menyiapkan desain RABnya untuk kepentingan 3 Jembatan hanya terhambat dengan biaya karena untuk biaya-biaya ini, Pemerintah Daerah menyiapkan sendiri. Sehingga dalam kondisi keuangan daerah yang begini, kita menunggu perintah selanjutnya”, tegas Obeth yang juga Pj. Sekda Kabupaten Alor di ruang kerjanya, Jumat 23 Januari 2026.

Sebelumnya, Anggota DPRD Kabupaten Alor Dapil 2 Ernes T. Mokoni telah berkunjung ke titik jembatan yang menghubungkan Desa Pido dan Desa Kenarimbala itu pada Kamis 22 Januari 2026.

Ketua Komisi 3 DPRD Kabupaten Alor itu tidak hanya hadir begitu saja saat masyarakat ingin memulai pekerjaan pembangunan jembatan penyeberangan darurat itu secara swadaya. Kehadirannya dengan membawa beberapa bahan bantuan seperti semen, paku dan lain-lain.

“Sedangkan saya hadir di titik ini karena saya merasa bahwa kampung Ilemang (Desa Pido) dengan status jalan dan jembatan yag hanya status jalan desa, sehingga saya akan mengupayakan bersama Pak Yahuda, Pak Joni Tulimau dan Pak Laumakiling untuk mengalokasikan dana menjawab kebutuhan bapak mama disini”, tandasnya.

Baca Juga:  Aksi “Bloom Of Peace" Didukung Kapolres Alor, Perempuan SEMATA Serukan Perdamaian Untuk Alor

Selain itu, Ernes juga menyampaikan permohonan maaf atas nama Lembaga DPRD dan Pemerintah Kabupaten Alor. Semestinya lanjut Dia, jembatan yang menghubungkan antara Desa Pido dan Desa Lippang dipastikan akan dibangun.

“Saya sendiri bersama beberapa rekan Anggota DPRD telah bertemu BNPB pusat sehingga sudah dipastikan tahun ini dibangun”, ungkapnya.

Menurutnya, Pemerintah Daerah sudah menyiapkan dokumen perencanaan pembangunan jembatan di Kabupaten bagi wilayah yang terdampak bencana Seroja, namun masih kekurangan dana pendampingan sehingga masih berproses untuk Jembatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah Pusat.

“Kita berharap dan berdoa sehingga tidak ada bencana di tempat lain lagi sehingga proses pekerjaan tetap jalan”, ujarnya.

“Kami berharap agar bapak (Ernes) bisa dapat mengetuk pintu hati yang lain untk datang melihat kami dari dekat walaupun kami hanya sebagian kecil dari masyarakat Desa Pido, tapi dari tempat ini kami hidup dengan mengurus anak-anak kami dan jembatan ini juga sangat kami butuhkan”, kata Moses Kupeilang tokoh masyarakat setempat.

Penulis: Yusub N. Lande
Editor: Markus Kari