Example floating
Example floating
Daerah

“Ngopi Damai” Sebagai Ruang Temu Bagi Pemuda Alor

31
×

“Ngopi Damai” Sebagai Ruang Temu Bagi Pemuda Alor

Sebarkan artikel ini

WNK – Dua orang sosok Pemuda Alor Nazamudin Syain dan Markus Kari pernah menggagas “Ngopi Damai” sebagai ruang temu bagi pemuda di berbagai wilayah Kabupaten Alor, pada Mei 2025 lalu.

Tujuan mereka jelas, mencegah lebih dini agar konflik atau tawuran antar kelompok pemuda maupun remaja tidak boleh terjadi.

Sebab, mereka sadar bahwa ketegangan yang muncul tidak selalu lahir dari kebencian, tetapi sering dari salah paham yang dibiarkan tumbuh tanpa percakapan. Karena itu, mereka memilih jalan dialog. Duduk bersama, mendengar dengan tenang, menyampaikan pandangan tanpa menyudutkan pihak manapun.

Dari pertemuan sederhana itu, mereka melihat bahwa ketika hati diberi ruang, emosi bisa ditata. Anak-anak muda sebenarnya memiliki energi besar untuk membangun, hanya saja didalam diri pemuda, arah dan dukungan yang tepat mesti selalu diberikan.

Baca Juga:  Hari Pers Nasional, Wabup Winario: Bersama Kita Majukan Kabupaten Alor

Dengan niat baik tersebut, mereka berdua berupaya menjalin komunikasi dengan para pejabat daerah agar gagasan ini dapat diperkuat melalui kebijakan dan kolaborasi. Namun, dengan berbagai alasan para pejabat memilih mencari jalan lain dan tidak ingin bertemu bahkan mendengarkan ide gagasan pikiran sederhana diyakininya terbukti menyelesaikan persoalan daerah saat ini.

Mereka memahami bahwa setiap pemimpin memiliki agenda dan tanggung jawab yang luas. Namun hingga saat ini, kesempatan untuk bertemu dan menyampaikan ide secara langsung pun belum terwujud. Sesekali bertemu namun belum tersampaikan dengan pelbagai alasan. Artinya ruang ide gagasan pikiran ini seolah-olah ditutup.

Baca Juga:  Tagline Sekda Alor, Yustus Dopong Abora: Menjadikan ASN Bermartabat

Namun jauh sebelum itu, gagasan mereka pernah disambut baik Kapolres Alor AKBP Nur Azhari bersama Wakapolres Alor Kompol Jeri Puling dan jajarannya. Duduk bersama di tempat sederhana pinggiran kota, hadir dukungan tokoh pemuda bersama tokoh masyarakat Bungawaru dan Bungabali. Ada Hermanto Djahamou, Dimas Rizky, Alexander Dagang dan pemuda Remas 653 Bungawaru.

Kala itu diskusi dalam bingkai “Kapolres Alor Genggam Tangan Pemuda” dipenuhi para pemuda bukan saja dari dua wilayah itu, tetapi juga datang dari berbagai wilayah memenuhi Yakuza Caffe tempat Ngopi Presisi ini berlangsung dari sore hingga malam hari saat itu.

Usai pemaparan gambaran umum tentang kondisi Kamtibmas di wilayah Alor, ruang diskusi tanya jawab dibuka. Tanggapan dan pendapat kaum muda membuat suasana makin ramai dengan ide gagasan dan juga kritikan.

Baca Juga:  Kades Nikson Minta BPKB Dum Truk BUMDes Pante Dere, Kasatlantas Polres Alor: Sudah Diberikan

Mereka bersepakat dan memilih untuk menyikapi berbagai persoalan Kamtibmas ini dengan kepala dingin. Sebab, setiap proses memiliki waktunya. Setiap upaya memerlukan kesabaran. Yang terpenting, komitmen menjaga persaudaraan tidak boleh luntur hanya karena satu pintu belum terbuka.

Harapan mereka sederhana dan tulus. Semoga Alor kembali pulih seperti sedia kala, damai dalam keberagaman, kuat dalam kebersamaan. Sebab daerah ini akan berdiri kokoh bukan karena siapa yang paling keras bersuara, melainkan karena siapa yang paling konsisten merawat persatuan.

Salam Tara Miti Tomi Nuku. Kita Berbeda Tapi Tetap Satu.

Penulis: MK
Editor: Red