WNK – Pembangunan gedung ruang kelas baru (RKB) di UPTD SMP Negeri Abangiwang, kini menjadi sorotan publik. Dua putra daerah Abangiwang, Desa Bungabali, Kecamatan Pantar Timur, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, angkat bicara terkait kondisi pembangunan yang dinilai belum memberikan dampak maksimal bagi proses belajar mengajar.
Kedua tokoh muda tersebut menyampaikan keprihatinan mereka terhadap pembangunan gedung ruang kelas baru (RKB) yang hingga saat ini belum rampung dan belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal.
Padahal, kehadiran ruang kelas baru ini seharusnya mampu menjawab kebutuhan murid akan fasilitas pendidikan yang layak dan nyaman.
Melki I. Puling Tang, S.Si.,M.Si, sangat menyayangkan jika pembangunan yang telah menghabiskan anggaran sebesar 600-an juta rupiah ini tidak segera dirasakan manfaatnya oleh para murid SMP Negeri Abangiwang.
Menurut Dosen Universitas Tribuana Kalabahi ini, masyarakat berhak mengetahui sejauh mana progres pembangunan serta kendala yang dihadapi.
“Pendidikan adalah kebutuhan dasar yang harus diprioritaskan,” ujarnya.
“Pentingnya transparansi dalam proses pembangunan, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan”, kata Melki.
Senada dengan itu, Imanuel Puling, S.Pd.,M.Pd menyampaikan bahwa, polemik pembangunan gedung ruang kelas baru (RKB) ini mendorong pihak terkait, baik pemerintah daerah maupun instansi teknis, untuk segera mengambil langkah konkret guna menyelesaikan pembangunan RKB tersebut.
Pihaknya berharap agar tidak ada lagi keterlambatan yang akan berdampak pada kegiatan belajar mengajar siswa. Sebaliknya, pembangunan gedung ruang kelas baru (RKB) UPTD SMP Negeri Abangiwang ini segera dituntaskan agar dapat dimanfaatkan oleh para murid dalam proses kegiatan belajar mengajar.
“Kami berharap pemerintah segera turun tangan dan memastikan pembangunan ini selesai tepat waktu dan sesuai standar. Jangan sampai generasi muda menjadi korban dari lambannya pembangunan (gedung ruang kelas baru SMP Negeri Abangiwang),” tegas Dosen Universitas Tribuana Kalabahi ini.
Sementara itu, pihak sekolah berharap adanya perhatian serius dari pemerintah agar fasilitas yang telah dibangun dapat segera digunakan.
Dengan tersedianya ruang kelas yang memadai, diharapkan kualitas pendidikan di UPTD SMP Negeri Abangiwang dapat meningkat.
Kondisi ini kini menjadi perhatian masyarakat Alor yang menginginkan adanya kejelasan serta tanggung jawab dari pihak terkait demi masa depan pendidikan anak-anak di daerah tersebut.
Sumber: Info NTT Update
Editor: Markus Kari















