Example floating
Example floating
PendidikanBeritaDaerahNasionalNTT

Dugaan Intervensi Proyek DAU, Nama Kontraktor Di Pulau Pantar Termasuk SMPN Abangiwang Disebut Titipan Wakil Bupati Rocky Winario

247
×

Dugaan Intervensi Proyek DAU, Nama Kontraktor Di Pulau Pantar Termasuk SMPN Abangiwang Disebut Titipan Wakil Bupati Rocky Winario

Sebarkan artikel ini

WNK – Aroma tak sedap tercium dari proyek pembangunan gedung ruang kelas baru Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri Abangiwang di Pulau Pantar, Desa Bungabali, Kecamatan Pantar Timur, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) tahun anggaran 2025.

Seorang narasumber yang tidak ingin disebutkan namanya dalam pemberitaan ini mengaku terlibat dalam lingkaran proyek tersebut mengungkapkan, adanya dugaan intervensi kuat dari Wakil Bupati Alor Rocky Winario dalam penentuan pemenang kontrak di Dinas Pendidikan Kabupaten Alor.

Pengakuan mengejutkan dari narasumber yakni, proses lelang hingga penunjukan langsung disinyalir hanya formalitas.

Ia menyebutkan bahwa, sejak awal nama kontraktor pelaksana sudah ‘dikunci’ atas perintah pimpinan daerah.

“Ori Blersir itu sudah ada di kantong sebelum proses dimulai. Itu arahan langsung dari Wakil Bupati (Rocky Winario)”, kata narasumber tersebut sambil meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan kepada Wartawan Warta Nusa Kenari, Rabu 25 Maret 2026 di Kalabahi.

“Saya waktu itu bertemu Sekretaris Dinas Pendidikan (Alor) Anthon Makoni atas panggilan beliau terkait dengan rencana saya juga mau ikut lelang SMP Negeri Abangiwang. Namun, penyampaian dari pak Anthon bahwa ini ada catatan dari Wakil Bupati Alor (Rocky Winario) terkait semua pekerjaan di dinas yang ada di Pulau Pantar itu sudah diserahkan kepada Ori Blersir”, ungkap Dia.

Baca Juga:  Wabup Alor Dinilai Gagal Kelola Birokrasi, Elim Makalmai: Penumpukan ASN Di OPD Jadi Sorotan

Tak hanya melibatkan pejabat tinggi daerah, narasumber juga membeberkan peran Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jerry Makena dalam proyek tersebut.

PPK diduga kuat bertugas menjaga agar posisi kontraktor ‘titipan’ tersebut tidak goyah, meskipun secara administrasi atau rekam jejak terdapat kelemahan. Sebab menurutnya, progres fisik pembangunan SMP Negeri Abangiwang tersebut yang disampaikan PPK Jerry Makena dalam pemberitaan di media Flores Update yang sudah mencapai 70,6 persen dengan realisasi progres keuangan mencapai 50 persen.

“Pekerjaan tersebut baru mencapai target 40 persen. Karena baru berkisar di pasangan batu, sebagian belum plester dan hanya terpasang lata tanpa atap. Masih terlalu banyak item yang belum selesai”, tegasnya.

Dugaan ‘pengamanan’ ini tetap dilakukan meski proyek pembangunan sekolah di Pulau Pantar tersebut kerap mengalami kendala teknis dan selalu mandek di tengah jalan yang di kerjakan oleh Ori Blersir.

Baca Juga:  Sambut Ramadhan 1447 Hijiriah, Kapolres Nur Azhari Ajak Masyarakat Pererat Kekeluargaan Dan Keamanan Serta Ketertiban

“Proyek seringkali sepi aktivitas pekerja dalam waktu lama. Persentase fisik bangunan tidak sebanding dengan termin pencairan dana yang telah diambil tidak sesuai dengan fisik pekerjaan”, bebernya.

Menanggapi pernyataan PPK Jerry Makena pada pemberitaan Flores Update, narasumber menyatakan, secara teknis dan regulasi, BPK RI tidak boleh menyimpulkan hasil audit fisik pembangunan secara akurat tanpa melakukan pemeriksaan fisik di lapangan.

“BPK RI hanya mungkin memeriksa kwitansi, dukumen dan kontrak berdasarkan volume pekerjaan tersebut. BPK RI harus memastikan perhitungan konsultan perencana, sehingga bisa ada akurasi audit kerugian keuangan oleh BPK RI”, tegasnya.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jerry Makena yang dihubungi Wartawan Warta Nusa Kenari melalui telepon seluler membenarkan progres pembangunan gedung ruang kelas baru SMP Negeri Abangiwang yang diberitakan media Flores Update.

“Untuk SMP Negeri Abangiwang itu sudah mencapai progres 70,6 persen berdasarkan Audit BPK RI. Progres keuangan 50 persen. Sementara untuk denda keterlambatan 23.457.800.00”, ujarnya.

Ketika ditanya terkait perhitungan progres fisik pekerjaan, Jerry menjelaskan, BPK RI hanya memeriksa secara administrasi saja, sedangkan audit fisik secara keseluruhan akan dilakukan setelah pekerjaan tersebut mencapai 100 persen.

Baca Juga:  Dugaan Penyelewengan Dana BOK! Kepala Puskesmas Tamalabang Dan Dokter Jarang Di Tempat, Kepala Irda: Akan Periksa Secepatnya

“Sementara ini dia (kontraktor ORI Blersir) masih dikenakan adendum kesempatan. Artinya, sampai kapan dia selesaikan pekerjaan 100 persen baru selesai denda. Adendum waktu kalau terhitung tahun anggaran masih berjalan. Tapi kan sudah masuk tahun anggaran berikut, berati dia dikenan adendum kesempatan”, tandasnya.

Sekretaris Komite SMP Negeri Abangiwang Solfius Klaping yang dihubungi Wartawan Warta Nusa Kenari untuk memastikan terkait aktivitas konsultan proyek ini di lokasi pekerjaan tersebut.

Solfius mengatakan, hanya sekali pihak konsultan turun melalui aktivitas di lokasi pekerjaan proyek pembangunan gedung ruang kelas baru SMP Negeri Abangiwang.

“Pernah ada dua orang turun tarik meter di lahan, tapi waktu itu gedung ini belum dikerjakan dan masih tanah kosong. Sampai sekarang belum ada orang yang turun memeriksa pembangunan gedung sekolah ini sampai sekarang”, ungkapnya.

Ia mengatakan, hingga saat ini banyak keluhan dari masyarakat setempat khusus pendukung SMP Negeri Abangiwang terkait progres pembangunan gedung ruang kelas baru ini.

Penulis: Sius Djobo
Editor: Markus Kari