Example floating
Example floating
BeritaDaerahHukrimPeristiwa

Saya Hancur Pak! Ibunda Ade Noni Pertanyakan Hati Nurani Kapolres Dan Anggota DPRD Kabupaten Sikka

22
×

Saya Hancur Pak! Ibunda Ade Noni Pertanyakan Hati Nurani Kapolres Dan Anggota DPRD Kabupaten Sikka

Sebarkan artikel ini

WNK – Suasana rapat dengar pendapat (RDP) di Gedung DPRD Kabupaten Sikka mendadak hening dan sedih saat Maria Yohana Nona, ibu kandung dari almarhumah Ade Noni, meluapkan kepedihan hatinya di hadapan Anggota Dewan dan Kapolres Sikka yang diwakili oleh Kasat Reskrim, pada Jumat 27 Maret 2026.

Dalam aksi damai Jilid 3 yang dikawal PMKRI Maumere dan 10 Suku Romanduru ini, Maria tidak mampu lagi membendung rasa hancur atas kematian putrinya yang dinilai sangat sadis.

Dengan suara bergetar namun tegas, ia mempertanyakan hati nurani para pejabat yang hadir.

“Di mana keadilan? Saya mau mempertanyakan keadilan! Jika hal ini terjadi di keluarga Ibu-Bapak, apakah bisa menerima?”, teriak Maria.

Baca Juga:  Polres Sikka Tetapkan 2 Orang Tersangka Baru Kasus Kematian STN Di Desa Rubit

Ia mengingatkan bahwa, setiap orang yang duduk di ruangan tersebut lahir dari rahim seorang ibu, sebagaimana putrinya yang memiliki masa depan sebagai calon ibu namun direnggut secara keji dengan cara diperkosa lalu dibunuh.

Maria mengaku sangat sakit setiap kali mendengar kembali kronologi peristiwa yang menimpa anaknya.

“Saya hancur Pak! Saya setiap mendengar cerita anak saya, saya sakit. Sakit sekali!”, ucapnya dengan nada pilu.

Maria menyebut, 35 anggota DPRD Kabupaten Sikka seakan diam dan tidak membantu mereka dalam penanganan kasus tersebut.

Maria juga melontarkan kekecewaan terhadap progres penyidikan dari Penyidik Polres Sikka.

Baca Juga:  Sikapi Pemuda Tawuran Di Alor, Depertemen Generasi Muda GBIN Ajak Hamba Tuhan Doakan Kesejahteraan Kota

Ia menuntut kepolisian segera menemukan barang bukti krusial yang hingga kini masih raib seperti rambut, jari tangan, baju, dan ponsel milik korban.

Ia juga menyayangkan sikap aparat yang seolah mentok dan bersembunyi di balik alasan Hak Asasi Manusia (HAM) serta status pelaku yang di bawah umur.

Maria Yohana Nona menegaskan bahwa, Ia tidak akan mundur hingga ada titik terang yang nyata.

Ia menuntut para pelaku dihukum seberat-beratnya agar tidak ada korban lain di masa depan.

“Harus ada titik terang mengenai pembunuhan anak saya yang begitu sadis. Para pelaku harus dihukum seberat-beratnya. Jika tidak, mereka akan melakukan lagi”, tegasnya.

Baca Juga:  Pertanyakan Laporan Kasus VCS, Kasat Reskrim Polres Alor Diduga Bungkam

Luapan isi hati ibunda korban ini atas dasar ketidakadilan yang dialaminya dalam kasus kematian putrinya itu.

Menurut Maria, pelaku kejadian tersebut tidak hanya tiga orang sesuai dengan yang ditetapkan oleh Polres Sikka.

Keluarga menduga masih banyak orang yang berpotensi menjadi tersangka, sesuai dengan analisis keluarga terhadap tempat kejadian perkara.

“Banyak kejanggalan di kasus ini. Ada lima barang bukti yang tidak ditemukan sampai saat ini. Dan polisi hanya diam tidak ada niat mencari”, jelasnya.

Dia berharap Polres Sikka menangani kasus tersebut dengan serius agar anaknya mendapatkan keadilan atas kejadian yang menimpanya.

Penulis: Maria E. Florida
Editor: Markus Kari