WNK – Pekan Raya Pemuda 2 Sinode GMIT dengan tema “Dare To Be A Leader (Bertumbuh, Berbuat, Berdampak)” bertempat di GMIT Seydon – Klasis Alor Barat Laut, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, 12-17 Oktober 2026.
Utusan Pemuda-Pemudi dari masing-masing 28 Klasis Sinode GMIT juga menghadirkan hasil kreatifitas atau UMKM selama kegiatan ini berlangsung di halaman gereja Seydon ini.
Salah satunya Pemuda GMIT Klasis AlTeS dari Kecamatan Alor Selatan. Mereka hadir dengan mempromosikan sekaligus menjual Kopi Robusta dengan nama produk “Kopi Lonsilar” asli Apui dan produk Anggur Merah terbuat dari “Air Tebu Merah”.
Untuk diketahui, Kopi Lonsilar rasa original dari Apui, Kecamatan Alor Selatan ini diproduksi oleh KUD Beringin bersama Pemuda GMIT Klasis AlTeS, dengan biaya Rp. 35.000/ plastik dengan berat kemasan 200 g dan Rp. 25.000/ plastik dengan kemasan 100 g.
Sementara, Anggur Merah ini diproduksi oleh Pemuda GMIT Pelman, Klasis AlTeS, Kecamatan Alor Selatan, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, dengan biaya Rp. 25.000/ botol kaca dan Rp. 15.000/ botol plastik.
Pdt. Hamsah Epikorus Asakameng dan Abraham Atalo, utusan Pemuda GMIT Klasis AlTeS yang ditemui Wartawan Warta Nusa Kenari di lokasi kegiatan ini menyampaikan bahwa, tujuan Pemuda Klasis Alor Tengah Selatan (AlTeS) membawa produk lokal ke stand kegiatan Pekan Raya Pemuda GMIT Ke II di Seydon, Kecamatan Alor Barat Laut, Kabupaten Alor yakni memperkenalkan potensi kekayaan alam dan hasil produksi pangan lokal khas Alor Selatan.
“Kami membawa produk lokal seperti Kopi Lonsilar dan Anggur Merah ini dengan tujuan untuk memperkenalkan potensi kekayaan alam dan hasil produk lokal di Alor Selatan”, ujar kedua Pemuda Klasis AlTeS ini, Selasa 13 Oktober 2026.

Selain itu, kualitas pangan lokal Alor Selatan dapat meningkatkan nilai jual di Kegiatan Pekan Raya Pemuda GMIT II. Sebab menurut Pendeta Hamsah dan Abraham, produk Kopi Lonsilar dan Anggur Merah dapat meningkatkan ekonomi Jemaat dari hasil pangan lokal Klasis Alor Tengah Selatan (AlTeS).
“Dari nilai jual Kopi Lonsilar dan Anggur Merah selama 2 hari ini membuktikan kualitas Pangan lokal Alor Selatan dan juga dapat meningkatkan ekonomi Jemaat di Klasis Alor Tengah Selatan”, katanya.
Sementara itu, Koordinator UPP Pemuda Klasis AlTeS Pdt. Robi J. Tunliu, S. Th, menegaskan bahwa, hasil produk lokal seperti Kopi Lonsilar dan Anggur Merah ini sebagai motivasi untuk pemuda-pemudi agar tidak mudah menyerah dan putus asa dengan berbagai tantangan, secara khusus tantangan ekonomi sekarang.
“Dengan adanya UMKM (Kopi Lonsilar dan Anggur Merah) yang dibawa oleh pemuda-pemudi AlTeS dalam Pekan Raya Pemuda GMIT II 2026 ini membuktikan bahwa pemuda mampu berkarya dan berinovasi dalam tantangan-tantangan tersebut”, ucapnya.
Pantauan Wartawan di Stand Pemuda GMIT AlTeS, produk Anggur Merah terjual habis. Sementara, Kopi Lonsilar menyisakan 5 pcs dari total puluhan pcs dan botol yang dibawa. Bahkan, dalam live yang dipromosikan oleh salah satu Pengurus Pemuda GMIT Sinode membawa kabar baik pesanan 5 botol Anggur Merah dan 3 pcs Kopi Lonsilar yang akan dikirim ke Kupang.
Penulis: Markus Kari
Editor: Red


