WNK — Perseteruan antara kontraktor asal Kupang Onky Manafe dengan pejabat Pemkab Alor Yoan Djahari bersama 3 pejabat lainnya terkait dugaan praktik permintaan dan penyerahan sejumlah uang dalam pengurusan paket proyek kian memanas.
Menanggapi tudingan yang menyebut dirinya sebagai pembohong atau penipu, Onky Manafe memilih untuk irit bicara dan menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada pihak berwenang.
Hal itu disampaikan Onky saat dikonfirmasi Wartawan Warta Nusa Kenari, Senin 24 Agustus 2026 terkait pemberitaan di media alor.inews.id yang berjudul “Kontraktor Asal Kupang Tuding Oknum Pejabat Alor Penipu, Djahari: Dia Pembohong”. Johan Djahari secara terbuka melontarkan tudingan keras terhadap Onky Manafe.
Kontraktor asal Kupang ini tidak berspekulasi terlalu jauh di ruang publik. Ia menegaskan akan membuka semua fakta setelah proses pemanggilan resmi dari kepolisian berjalan.
”Karena ini kan sudah dipanggil di Polres Alor, jadi beta menunggu beta pu proses pemanggil seperti apa baru beta buka-bukaan saja”, ujar Onky.
Namun, saat ditanya mengenai kepastian waktu pemenuhan panggilan dari penyidik Polres Alor, Onky mengaku belum dapat memastikan jadwal pastinya.
”Beta belum (pastikan jadwalnya]), sementara mungkin diperiksa Om Yoan, mungkin hari ini,” tambahnya.
Polres Alor: Belum Ada Laporan, Masih Pulbaket
Menanggapi polemik yang tengah bergulir di tengah masyarakat Nusa Kenari, Kapolres Alor AKBP Nur Azhari, S.H, memberikan penjelasan resmi. Dalam sambungan telepon dengan Wartawan Warta Nusa Kenari, Kapolres Azhari menegaskan bahwa pihak kepolisian bertindak sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.
”Kita kalau memanggil itu harus ada dasar. Sekarang belum ada laporan, sementara penyidik melakukan pulbaket [pengumpulan bahan keterangan] di lapangan”, jelas Kapolres Azhari.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih mendalami duduk perkara dari kedua belah pihak guna memastikan langkah hukum selanjutnya.
Penulis: Sius Djobo
Editor: Red












