ReligiAgamaBeritaDaerahNTT

Momentum Semana Santa Di Larantuka, Pemuda Muslim Ekasapta Wartakan Kualitas Cinta Dan Toleransi

26
×

Momentum Semana Santa Di Larantuka, Pemuda Muslim Ekasapta Wartakan Kualitas Cinta Dan Toleransi

Sebarkan artikel ini

WNK – Pemuda Muslim Ekasapta di Larantuka, Kabupaten Flores Timur mewartakan tentang kualitas cinta dan toleransi dari Kota Reinha yang berpelindungkan Bunda Maria dalam momentum Semana Santa tahun 2026.

Kehadiran mereka bukan untuk pencitraan, apalagi untuk gagah-gagahan.

Koordinator Posko Toleransi Oncu Betan bersama Lurah Ekasapta Dave Valentino Mautaka kepada Wartawan pada Rabu 1 April 2026 sore menuturkan, inisiasi melayani peziarah Semana Santa berawal dari kerinduan besar warga Ekasapta.

Kerinduan umat non Katolik terutama umat Muslim di Kota Larantuka tersebut adalah menyambungkan kembali kebersamaan dalam ruang keterlibatan, pelibatan atau peran serta secara aktif untuk menyukseskan perayaan hari raya umat Katolik pada rangkaian perayaan Semana Santa ini.

“Tidak saja kerinduan kami pemuda Islam di Ekasapta, namun ini kerinduan semua kami umat Islam di Ekasapta dan Kota Larantuka ini. Kami benar-benar rindu untuk berpartisipasi langsung sebagaimana periode-periode sebelumnya”, ujar Oncu Betan seraya meriwayatkan tentang relasi sosial yang sungguh berkualitas selama ini.

Baca Juga:  Warga Diimbau Tak Daftarkan Anak Di TK Anugrah Eklesia Siuf, Diduga Kepsek Tidak Bersertifikat

Menurut Oncu Betan yang mewakili Pemuda Muslim Ekasapta, Semana Santa merupakan sebuah perayaan perekat silahturahmi dan toleransi yang alamiah di Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur ini.

Olehnya pasca inisiatif pelayanan posko bagi para peziarah Semana Santa Larantuka tahun 2026 ini dilecutkan Lurah Ekasapta, kerinduan tersebut langsung bersahutan Alhamdulilah.

“Kami lalu menamakan posko ini dengan nama Posko Toleransi untuk mewartakan kepada semua peziarah bahwa di Kota Reinha Larantuka ini ada keindahan hubungan persaudaraan. Sehingga para peziarah yang datang dari segala wilayah tidak sungkam berbaur dengan umat non Katolik”, ungkap Oncu Betan.

Baca Juga:  Mandek Di Kejari Alor, Pelapor Akan Bersurat Kejagung RI Terkait Dugaan Korupsi Dana Desa Pulau Buaya

Bahkan sewaktu menata ruang pelayanan pada titik Posko Toleransi tersebut lanjut Oncu Betan dan Dave Mautaka, mereka umat muslim Ekasapta berbondong-bongdong datang dan berpartisipasi.

Berbagai fasilitas pendukung disumbangkan secara sukarela bagi pemulihan tenaga para peziarah Semana Santa.

Rest area didandani dengan rambatan cinta yang sungguh berkualitas, sontak mencengangkan pesiarah asal Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dan Sikka yang menepi melepas lelah pada perjalanan ziarah di Rabu, 1 April 2026 kemarin .

Bahkan oleh Oncu Betan dan Dave Mautaka, seorang peziarah asal TTU Chintya Kefi bahkan meluapkan kegembiraannya atas kualitas cinta yang Ia bersama rombongannya menikmati dari pelayanan Posko Toleransi tersebut.

“Di Nagi Larantuka, ada kekayaan cinta yang sungguh berkualitas dari umat non Katolik. Lurah Ekasapta, Lurah terbaik”, demikian sederet ungkapan kegembiraan yang dikutip Oncu Betan dari komentar dan postingan Chintya Kefi pada laman facebook saat menikmati pelayanan Posko Toleransi.

Baca Juga:  Prosesi Pawai Paskah GAMKI Alor Dengan Salib Raksasa, Ketua Remas Domloli: Berbeda Iman Tapi Satu Darah

Tak sekedar untuk memulihkan tenaga para peziarah, layanan penuh cinta dari kampung muslim di Kota Reinha Larantuka tersebut menampakan pula kerinduan besar akan pemulihan relasi sosial menuju kedamaian komunal yang lestasi.

Dari Posko Toleransi Oncu Betan, Saiful Rahman, Aswan Muhamaf, Fauzi,Ensu Betan, Lecet Ismail , Bakar, Bayu, Jasman, Abu Bakar Poso bersama Pemerintah Kelurahan Ekasapta menyembulkan kualitas toleransi alamiah dari kesadaran sebagai satu turunan dan satu budaya orang Nagi Larantuka.

Penulis: Maria E. Florida
Editor: Markus Kari