WNK – Usai mengunjungi warga terdampak akibat gempa bumi Flores, Presiden ke-7 RI Joko Widodo akhirnya meninggalkan Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Kamis 17 September 2026 pagi.
Sebelum beranjak dari pulau yang masih memulihkan diri akibat gempa 15 Agustus 2026 lalu itu, Presiden ke-7 Republik Indonesia tersebut menyerahkan bantuan untuk masyarakat terdampak.
Bantuan diserahkan di Kantor Camat Palue dan diterima Pemerintah Kabupaten Sikka.
Bantuan itu terdiri atas 4.000 sak semen, 3.000 lembar seng, serta 100 unit tandon air berkapasitas 1.300 liter.
Seluruh bantuan tersebut selanjutnya akan disalurkan kepada masyarakat melalui delapan desa di Kecamatan Palue.
Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Sikka Rudolfus Ali, yang juga Koordinator Penanganan Kedaruratan Bencana Kecamatan Palue, menyampaikan apresiasi atas perhatian Mantan Presiden RI 2 Periode dan Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep terhadap masyarakat Palue.
“Atas nama Bupati Sikka, saya menyampaikan terima kasih banyak kepada Bapak Joko Widodo dan Mas Kaesang yang sudah punya perhatian besar terhadap Pemerintah Kabupaten Sikka, dan secara khusus masyarakat Kecamatan Palue”, ucap Rudo.
Kebutuhan Masyarakat akan Layanan Pertanahan yang Pasti dan Cepat
Menurut Rudolfus, pemerintah dan masyarakat akan membagi bantuan tersebut secara merata kepada warga Palue yang terdampak Gempa Flores di delapan desa ini.
“Sesuai dengan arahan Pak Bupati, bantuan itu akan diserahkan kepada masyarakat melalui delapan desa yang ada dan dibagi secara merata”, katanya.
Pembagian secara merata, kata Dia, berlaku untuk semen, seng maupun tandon air.
“Baik semen, seng, maupun tandon, kita akan bagi secara merata sehingga masyarakat bisa merasakan secara keseluruhan warga masyarakat Palue”, ujar Rudo.
Bantuan semen dan seng diharapkan dapat membantu warga memperbaiki rumah yang mengalami kerusakan akibat gempa.
Sementara tandon air ditujukan untuk menunjang kebutuhan penyimpanan air masyarakat yang masih terdampak bencana.
Dengan bantuan tersebut, pemerintah daerah kini memiliki tugas berikutnya yakni memastikan material dan tandon air yang telah diterima itu benar-benar sampai kepada warga di delapan desa yang ada di Pulau Palue sesuai peruntukannya.
Penulis: Maria E. Florida
Editor: Red












