WNK– Pembangunan gedung ruang kelas baru SMP Negeri Abangiwang, Desa Bungabali, Kecamatan Pantar Timur di wilayah Kabupaten Alor kini menjadi sorotan tajam publik. Pasalnya, proyek yang seharusnya rampung pada akhir tahun 2025 lalu tersebut hingga kini terpantau mangkrak dan ditinggalkan begitu saja oleh pihak kontraktor.
Kondisi bangunan saat ini hanya menyisakan kerangka beton dan dinding setengah jadi yang mulai ditumbuhi semak belukar. Padahal, anggaran yang dikucurkan melalui Dana Alokasi Umum (DAU) mencapai 600-an juta rupiah.
Kabar yang beredar di lapangan menyebutkan bahwa, perusahaan pelaksana proyek tersebut yakni CV Guwen dengan kontraktor Ori Blersir memiliki hubungan kedekatan atau merupakan kolega dari Rocky Winario selaku Wakil Bupati Alor.
Sejumlah sumber menyatakan bahwa, proses tender proyek ini sejak awal terkesan tertutup.
“Kami menduga ada praktek nepotisme dalam penunjukan pelaksana. Faktanya, pengerjaan di lapangan sangat lambat dan sekarang justru berhenti total”, ujar salah seorang tokoh masyarakat setempat yang tidak ingin disebutkan namanya dalam pemberitaan ini.
Akibat terhentinya proyek pembangunan gedung ruang kelas baru ini dalam pantauan Wartawan Warta Nusa Kenari, pada Selasa 24 Maret 2024, puluhan murid SMP Negeri Abangiwang terpaksa harus menjalani proses belajar mengajar di ruang kelas darurat yang memprihatinkan.

Sekretaris Komite SMP Negeri Abangiwang Solfius Klaping yang berhasil ditemui Wartawan Warta Nusa Kenari mengatakan, pekerjaan ini diawali sejak 8 Oktober 2025 dengan perusahaan pelaksana CV Guwen dan kontraktor Ori Blersir.
“Saya minta kontraktor (Ori Blersir) tersebut segera menyelesaikan pekerjaan lanjutan agar anak-anak dapat menggunakan proses belajar dan sudah harus rampung. Kami pihak komite (SMP Negeri Abangiwang) sudah menghubungi kontraktor tapi tidak respon dengan pagu anggaran enam ratus delapan jutah lebih”, ujarnya.
Solfius meminta Pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Alor agar segera merespon polemik pembagunan gedung ruang kelas baru SMP Negeri Abangiwang ini.
“Saya berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Alor melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Alor agar dapat mendesak pihak kontraktor agar menyelesaikan pekerjaan tersebut”, tegas Solfius.
Sekertaris Komite SMP Negeri Abangiwang ini pun berharap kepada Inspektorat Daerah (Irda) Kabupaten Alor agar bisa melakukan pemeriksaan fisik pembangunan gedung sekolah ini.
“Saya berharap ada pemeriksaan dari Irda (Inspektorat Daerah) Kabupaten Alor agar bisa menentukan fisik pembangunan Gedung sekolah ini”, pintanya.
Disisi lain, Kepala SMP Negeri Abangiwang Marten Waang Bako menyampaikan bahwa, kondisi sekolah ini sangat memprihatikan.
“Sangat memprihatinkan kondisi sekolah ini, namun kami belum bisa memastikan progres pekerjaan tersebut”, ujarnya dengan singkat.
Hingga berita ini ditayangkan, Pemerintah Daerah maupun Wakil Bupati Alor Rocky Winario belum memberikan tanggapan resmi mengenai tudingan adanya hubungan kolega dengan perusahaan pelaksana proyek maupun kontraktor Ori Blersir dalam pembangunan gedung ruang kelas baru SMP Negeri Abangiwang ini.
Penulis: Sius Djobo
Editor: Markus Kari















