WNK – Kabupaten Alor merupakan salah satu daerah kepulauan dengan potensi kelautan terbesar di kawasan timur Indonesia. Wilayah laut yang luas, jalur perikanan strategis, wisata selam bertaraf internasional, kekayaan terumbu karang, serta budaya maritim yang kuat seharusnya mampu menjadi fondasi utama pertumbuhan ekonomi daerah.
Karena itu, sektor kelautan dan perikanan seharusnya menjadi penggerak utama pembangunan, peningkatan pendapatan asli daerah (PAD), investasi daerah, dan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Apalagi visi pembangunan Bupati Alor Iskandar Lakamau dan Wakil Bupati Alor Rocky Winario periode 2025–2030 telah menegaskan arah pembangunan menuju daerah yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan, dengan prioritas pada penguatan perikanan, pariwisata, ekonomi lokal, investasi, dan tata kelola pemerintahan yang efektif.
Namun dalam tiga tahun terakhir, masyarakat belum melihat perubahan besar di sektor kelautan dan perikanan.
Yang terlihat justru tata niaga ikan belum tertata, distribusi hasil laut masih berjalan liar, wisata bahari kehilangan daya saing, aset pesisir belum produktif, dan PAD sektor kelautan belum menunjukkan pertumbuhan signifikan.
Padahal tiga tahun merupakan waktu yang cukup untuk membangun sistem ekonomi pesisir yang kuat, memperkuat TPI, mengembangkan wisata bahari terpadu, membangun pengendalian distribusi hasil laut, serta menciptakan inovasi PAD berbasis jasa kelautan.
Program dan kegiatan memang tetap berjalan secara administratif, tetapi belum terlihat langkah strategis yang mampu mengubah potensi besar laut Alor menjadi kekuatan ekonomi nyata.
Akibatnya, publik mulai menilai bahwa persoalan utama bukan lagi terletak pada potensi daerah atau keterbatasan anggaran, melainkan pada lemahnya kepemimpinan sektor kelautan dan perikanan.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Alor Sutio B. Ambao, S.Pi, seharusnya menjadi motor penggerak ekonomi pesisir, pengembang wisata bahari, pengendali tata niaga hasil laut, sekaligus pencipta inovasi pendapatan asli daerah (PAD).
Karena itu, demi menyelamatkan visi besar pembangunan Kabupaten Alor, sudah saatnya dilakukan evaluasi total terhadap kepemimpinan sektor kelautan dan perikanan.
Salah satu langkah paling penting adalah membuka lelang Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) secara terbuka, profesional, kompetitif, dan berbasis kompetensi nyata.
Alor membutuhkan pemimpin sektor kelautan yang visioner, inovatif, memahami ekonomi maritim modern, dan mampu menerjemahkan visi besar kepala daerah menjadi pembangunan nyata bagi masyarakat pesisir.
Jika tidak, maka potensi besar laut Alor akan terus menjadi kekayaan yang besar di atas kertas, tetapi gagal menjadi kekuatan ekonomi riil bagi daerah dan masyarakat.
Salah seorang narasumber yang tidak ingin namanya disebutkan, menyoroti kinerja Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Alor.
Narasumber tersebut menilai bahwa, selama ini program kerja di Dinas tersebut dinilai jauh dari target program prioritas daerah.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Alor saat ini seharusnya lebih fokus pada sektor-sektor strategis yang berdampak langsung pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan kesejahteraan masyarakat, yakni optimalisasi pungutan periklanan, pengembangan sektor pariwisata dan peningkatan iklim investasi.
“Kita butuh akselerasi nyata. Sektor perikanan adalah tulang punggung daerah, namun realisasinya masih belum menyentuh kebutuhan masyarakat secara luas. Laut Alor kaya potensi, jalur ikan strategis, wisata selam kelas dunia, wisata pesisir luas, kekayaan terumbu karang, dan budaya maritim yang luas”, ujarnya.
Melihat kondisi tersebut, Ia mendesak agar jabatan Kepala Dinas (Kadis) Perikanan Kabupaten Alor segera dilakukan lelang jabatan secara terbuka (open bidding).
Langkah ini dianggap perlu guna menjaring figur-figur yang memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) tinggi, kompeten, dan mampu menerjemahkan visi-misi pembangunan daerah secara efektif sesuai dengan Visi-Misi Bupati Iskandar Lakamau dan Wakil Bupati Rocky Winario saat ini.
“Jabatan Kadis Kelautan dan Perikanan harus diisi oleh orang yang benar-benar cakap dan mampu membawa perubahan. Lelang jabatan adalah solusi agar kita mendapatkan SDM yang berkualitas tinggi demi kemajuan Alor ke depan, karena sektor kelautan dan perikanan seharusnya menjadi motor utama ekonomi daerah dan sumber PAD”, tandasnya.
Penulis: Sius Djobo
Editor: Red












