PendidikanBeritaDaerahNTT

Gedung Baru UPTD SMP Negeri Abangiwang Tak Kunjung Diselesaikan, Pemda Alor Dinilai Berdiam Diri

48
×

Gedung Baru UPTD SMP Negeri Abangiwang Tak Kunjung Diselesaikan, Pemda Alor Dinilai Berdiam Diri

Sebarkan artikel ini

WNK – Pembangunan gedung baru di SMP Negeri Abangiwang, Desa Bungabali, Kecamatan Pantar Timur, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, terus menjadi sorotan tajam.

Bangun 3 ruang kelas baru ini hingga kini terbengkalai dan belum menunjukkan tanda-tanda kelanjutan.

Kondisi ini memicu kekecewaan masyarakat setempat yang menilai Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Alor terkesan diam dan tidak memberikan kejelasan di publik.

Gedung yang direncanakan untuk menunjang proses kegiatan belajar mengajar tersebut kini tampak mangkrak.

Material bangunan terlihat terbengkalai, sebagian struktur belum rampung, dan lokasi proyek mulai ditumbuhi rumput liar.

Situasi ini tentu sangat memprihatinkan, mengingat kebutuhan ruang belajar yang layak bagi siswa sangat mendesak di tahun pelajaran baru.

Sejumlah warga menyampaikan bahwa, pembangunan gedung tersebut sudah berhenti cukup lama tanpa adanya informasi lanjutan.

Mereka berharap, pemerintah segera memberikan penjelasan terkait penyebab terhentinya proyek tersebut, apakah karena kendala anggaran, masalah teknis, atau faktor lainnya.

“Anak-anak sangat membutuhkan ruang belajar yang layak. Kalau seperti ini terus, kami khawatir proses pendidikan mereka terganggu”, ungkap salah satu warga”, Sabtu 23 Mei 2026.

Baca Juga:  Mandek Di Kejari Alor, Pelapor Akan Bersurat Kejagung RI Terkait Dugaan Korupsi Dana Desa Pulau Buaya

Pihak sekolah juga merasakan dampak langsung dari kondisi ini. Keterbatasan ruang kelas memaksa kegiatan belajar dilakukan secara bergantian, bahkan dalam kondisi yang kurang nyaman.

Hal ini dinilai dapat mempengaruhi kualitas pembelajaran.

“Kondisi terkini UPTD SMP Negeri Abangiwang yang sampai dengan saat ini belum rampung, semoga ada tindak lanjut agar dengan demikian tahun ajaran baru bisa dipergunakan oleh siswa-siswi dalam kegiatan proses belajar mengajar demi dan untuk dunia generasi pendidikan Kabupaten Alor untuk Indonesia”, tulis seorang pemerhati pendidikan di Desa Bungabali.

Sebagai pihak yang bertanggung jawab, Pemda Alor seharusnya lebih proaktif dalam memberikan solusi.

Transparansi dan komunikasi kepada publik sangat diharapkan agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Pemerintah diminta segera mengambil langkah konkret untuk melanjutkan pembangunan, sehingga gedung tersebut dapat segera digunakan dan mendukung peningkatan kualitas pendidikan di wilayah tersebut.

Diberitakan sebelumnya pada 24 Maret 2026 lalu, pembangunan gedung ruang kelas baru (RKB) di UPTD SMP Negeri Abangiwang, mendapat sorotan dari dua putra daerah Abangiwang, Desa Bungabali, Kecamatan Pantar Timur, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur.

Baca Juga:  Bantah Tuduhan "Preman Bayaran", Ketua GRIB Jaya Sikka Edo Rakeng: Kami Turun Karena Cinta Nian Tana, Bukan Dibayar Pemda

Kedua tokoh muda tersebut menyampaikan keprihatinan mereka terhadap pembangunan gedung ruang kelas baru (RKB) yang hingga saat ini belum rampung dan belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal.

Padahal, kehadiran ruang kelas baru ini seharusnya mampu menjawab kebutuhan murid akan fasilitas pendidikan yang layak dan nyaman.

Melki I. Puling Tang sangat menyayangkan jika pembangunan yang telah menghabiskan anggaran sebesar 600-an juta rupiah ini tidak segera dirasakan manfaatnya oleh para murid SMP Negeri Abangiwang.

Menurut Dosen Universitas Tribuana Kalabahi ini, masyarakat berhak mengetahui sejauh mana progres pembangunan serta kendala yang dihadapi.

“Pendidikan adalah kebutuhan dasar yang harus diprioritaskan,” ujarnya.

“Pentingnya transparansi dalam proses pembangunan, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan”, kata Melki.

Senada dengan itu, Imanuel Puling, S.Pd.,M.Pd menyampaikan bahwa, polemik pembangunan gedung ruang kelas baru (RKB) ini mendorong pihak terkait, baik pemerintah daerah maupun instansi teknis, untuk segera mengambil langkah konkret guna menyelesaikan pembangunan RKB tersebut.

Pihaknya berharap agar tidak ada lagi keterlambatan yang akan berdampak pada kegiatan belajar mengajar siswa. Sebaliknya, pembangunan gedung ruang kelas baru (RKB) UPTD SMP Negeri Abangiwang ini segera dituntaskan agar dapat dimanfaatkan oleh para murid dalam proses kegiatan belajar mengajar.

Baca Juga:  Kecam Keras Oknum Kepolisian Diduga Lakukan Tindakan Represif, GMNI Cabang Sikka Resmi Laporkan Ke Propam: Tidak Akan Bungkam Gerakan Mahasiswa

“Kami berharap pemerintah segera turun tangan dan memastikan pembangunan ini selesai tepat waktu dan sesuai standar. Jangan sampai generasi muda menjadi korban dari lambannya pembangunan (gedung ruang kelas baru SMP Negeri Abangiwang),” tegasnya.

Sementara itu, pihak sekolah berharap adanya perhatian serius dari pemerintah agar fasilitas yang telah dibangun dapat segera digunakan.

Dengan tersedianya ruang kelas yang memadai, diharapkan kualitas pendidikan di UPTD SMP Negeri Abangiwang dapat meningkat.

Kondisi ini kini menjadi perhatian masyarakat Alor yang menginginkan adanya kejelasan serta tanggung jawab dari pihak terkait demi masa depan pendidikan anak-anak di daerah tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait secara khusus pihak kontraktor pelaksana maupun pemerintah daerah Kabupaten Alor mengenai kelanjutan pembangunan Gedung ruang kelas baru UPTD SMP Negeri Abangiwang tersebut.

Penulis: Markus Kari
Editor: Red