ReligiAgamaBeritaDaerahSosial

KKR Karya Bakti Esra Soru Bawa Pesan “Damai Di Bumi” Di Kalabahi: Serukan Rekonsiliasi Vertikal Dan Horisontal Pasca Konflik Sosial

38
×

KKR Karya Bakti Esra Soru Bawa Pesan “Damai Di Bumi” Di Kalabahi: Serukan Rekonsiliasi Vertikal Dan Horisontal Pasca Konflik Sosial

Sebarkan artikel ini

WNK – Ditengah upaya pemulihan sosial pasca konflik internal ataupun tawuran antar remaja dan pemuda yang sempat melanda Kota Kalabahi dan sekitarnya beberapa waktu lalu, Pdt. Dr. Esra Alfred Soru, S.Th.,M.Pd.K, bersama Tim Pelayanan melalui Yayasan Karya Bakti Esra Soru hadir membawa angin sejuk rohani di Bumi Nusa Kenari.

Dengan mengusung tema besar “Damai Di Bumi”, Pelayanan Rohani melalui Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) ini diselenggarakan selama dua hari, yakni pada Selasa-Rabu (21–22) Juli 2026, bertempat di Lapangan Mini Kalabahi, Kecamatan Teluk Mutiara, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur.

Pelayanan rohani yang digagas dibawah payung Yayasan Karya Bakti Esra Soru ini melibatkan total 34 orang Anggota Tim mendampingi sang Pendeta dalam menyalurkan Pelayanan Mimbar, Konser Musik Rohani bersama Frengky Siombing, yang dihadiri ribuan masyarakat.

Baca Juga:  Beredar Isu Razia Pajak Di SPBU Mulai 1 Juli Nanti, Kapolres Azhari: Belum ada Perintah Dari Polda NTT

Kegiatan KKR Tersebut dibuka langsung oleh Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo, SH.,MH.

Memulihkan Hubungan Dengan Allah Dan Sesama

Pdt. Dr. Esra Alfred Soru dalam penyampaian saat dikonfirmasi Wartawan Warta Nusa Kenari, menekankan bahwa seruan tentang “Damai Di Bumi” tidak boleh hanya dipahami dari horisontal tetapi juga dari sisi vertikal.

Kedamaian fisik atau kerukunan antar sesama manusia merupakan hubungan horisontal semata. Namun, lebih dari itu kedamaian yang sejati harus berakar dari penyelesaian konflik fundamental antara manusia dan Sang Pencipta.

“Sebenarnya yang saya dengar Konflik internal (sosial) yang terjadi ini, akarnya adalah kita ini hidup dalam ketidakdamaian bukan saja horisontal tapi juga vertikal. Orang pasti hidup damai dengan Tuhan dia pasti juga hidup damai dengan sesama. Tetapi kalau dia sering konflik dengan sesama, itu dia belum berdamai dengan Tuhan”, tegas Pdt. Esra Soru, Selasa 21 Juli 2026.

Baca Juga:  Diduga Menyimpang dari Perencanaan Awal, Proyek Jalan Negara Baranusa-Kabir Berpotensi Rugikan Negara

Lebih lanjut Pdt. Esra Soru menekankan bahwa, akar dari segala kekacauan dan gesekan sosial sering kali bermula dari manusia yang mengalami krisis damai dengan Allah.

“KKR ini difokuskan untuk membawa Jemaat/umat Tuhan kembali kepada pertobatan vertikal, yang kemudian otomatis membuahkan rekonsiliasi horisontal dalam kehidupan bermasyarakat di Bumi Persaudaraan ini”, kata Pdt. Esra Soru.

Pelaksanaan KKR selama dua hari ini melalui Pemberitaan Firman dipimpin langsung oleh Pdt. Dr. Esra Alfred Soru untuk menyampaikan pesan-pesan pemulihan rohani dengan suasana pujian dan penyembahan yang mendalam untuk meruntuhkan belenggu-belenggu yang terikat.

Baca Juga:  Pengelolaan Dana BOK Di Puskemas Kabir Berbasis Transfer Langsung

Masyarakat Kabupaten Alor sangat antusias menyambut penyelenggaraan KKR ini.

Kehadiran Pdt. Dr. Esra Alfred Soru dinilai sangat tepat momentumnya, dimana warga Kota Kalabahi dan sekitarnya sedang merajut kembali kebersamaan dan meredam sisa-sisa ketegangan konflik internal ataupun tawuran antar remaja dan pemuda.

Melalui momentum KKR dengan tema “Damai Di Bumi” ini, warga Alor diajak untuk bergandengan tangan, membuang jauh-jauh akar pahit, dan memulihkan tanah Alor dengan kasih.

Tim Karya Bakti Esra Soru berharap, api pemulihan rohani yang dinyalakan selama dua hari ini dapat terus menyala dan membawa kedamaian permanen bagi seluruh elemen masyarakat di Kota Kalabahi.

Penulis: Sius Djobo
Editor: Red