BeritaDaerahNasionalNTTPeristiwa

Update Data Kebencanaan Gempa Flores Di Kabupaten Sikka, Jumlah Pengungsi Meningkat Signifikan

×

Update Data Kebencanaan Gempa Flores Di Kabupaten Sikka, Jumlah Pengungsi Meningkat Signifikan

Sebarkan artikel ini

WNK – Hari keenam bencana gempa bumi tektonik yang terjadi di Kepulauan Flores berpusat di Mbay, Kabupaten Nagekeo, Posko Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik di BPBD Kabupaten Sikka kembali melaunching update perkembangan data kebencanaan di Kabupaten Sikka, pada Kamis, 20 Agustus 2026.

Data terbaru dari Media Center Posko Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik Kabupaten Sikka mencatatkan jumlah pengungsi di hari keenam melonjak signifikan menjadi 15.093 jiwa dari hari sebelumnya sebanyak 11.862 jiwa.

Sementara jumlah KK meningkat sebanyak 4.020 dari yang sebelumnya berjumlah 3.285 KK.

Dari jumlah tersebut, yang menempati pusat pengungsian di Gelora Samador sebanyak 1.299 jiwa dan 397 KK. Sedangkan pengungsi mandiri yang tersebar di 9 kecamatan sebanyak 13.794 jiwa meningkat dari hari sebelumnya berjumlah 10.659 jiwa, dan 3.623 KK meningkat dari hari sebelumnya sebanyak 2.961 KK.

Baca Juga:  Warga Kabir Kesal Polisi Ukur Sengketa Tanah Tanpa BPN, Dinilai Salahi Prosedur

Rincian sebaran pengungsi mandiri setiap kecamatan di Kabupaten Sikka ini yakni Alok (877 KK 3.106 jiwa), Alok Barat (201 KK 965 jiwa), Alok Timur (19 KK 66 jiwa), Bola (72 KK 210 jiwa), Hewokloang (54 KK 135 jiwa), Kangae (1.036 KK 3213 jiwa), Nita (351 KK 1.895 jiwa), Talibura (409 KK 1.812 jiwa), dan Palue (1.000 KK 3691 jiwa).

Sementara itu, data kerusakan rumah warga tercatat sebanyak 3.295 unit yang terdiri dari rusak berat 943 unit, rusak ringan 1.773 unit, dan rusak sedang 579 unit.

Baca Juga:  Kawan Gibran Sikka Salurkan Paket Sembako Untuk Warga Terdampak Gempa Di Desa Iligai

Selain kerusakan rumah warga, terdapat 225 unit fasilitas umum yang mengalami kerusakan antara lain 30 unit bangunan pemerintah, 36 unit fasilitas kesehatan, 88 unit fasilitas pendidikan, 13 ruas jalan, 8 unit prasarana, dan 50 buah rumah ibadah.

Untuk korban jiwa akibat gempa bumi ini berjumlah 65 jiwa yang terdiri dari 6 orang meninggal dunia, 25 orang luka berat, 28 orang luka ringan, dan lainnya 6 orang.

Sementara arus bantuan bagi korban gempa di Kabupaten Sikka pada Kamis, 20 Agustus 2026 terus dilakukan dengan penyaluran ke kecamatan atau desa terdampak.

Baca Juga:  Proyek RS Bergerak Mola Disorot! Dugaan Aliran Dana ke Pejabat Mencuat, GAP-K Desak DPRD Alor RDP

Sementara aktivitas posko Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik BPBD Kabupaten Sikka dibawah Koordinator Plt. Sekda Sikka Margaretha M. Da Maga Bapa, ST.,M.Eng, ini terus berjalan dengan intensitas tinggi setiap hari sejak posko ini dibuka pada 15 Agustus 2026 lalu.

“Semua aktivitas utama posko mulai dari pelaporan atau pengaduan, rapat, penerimaan dan penyaluran bantuan, dan kunjungan dari berbagai pejabat negara, donatur, dan relawan berpusat di tempat ini”, demikian press release yang disampaikan Posko Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik BPBD Kabupaten Sikka, Jumat 21 Agustus 2026.

Penulis: Maria E. Florida
Editor: Red