WNK – Lembaga pendidikan SDI Iligetang menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago, yang hadir secara langsung di tengah para siswa dan memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis anak-anak pascabencana melalui kegiatan trauma healing.
Wakil Kepala SDI Iligetang Maria Yuldensia Kila, mengatakan kehadiran Bupati Sikka di lingkungan sekolah memberikan makna tersendiri bagi para siswa maupun seluruh tenaga pendidik.
Pernyataan Wakil Kepala SDI Iligetang itu disampaikan ketika dikonfirmasi oleh awak media usai kunjungan Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago, Senin 31 Agustus 2026.
Menurut Wakil Kepala SDI Iligetang ini, perhatian pemerintah yang diberikan secara langsung kepada anak-anak menjadi bentuk dukungan nyata dalam proses pemulihan pascabencana.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Bupati Sikka yang sudah hadir dan memberikan perhatian kepada anak-anak kami. Kegiatan seperti ini sangat membantu anak-anak untuk kembali merasa tenang, nyaman, dan bersemangat”, ujar Maria.
Ia menjelaskan, setelah mengalami situasi bencana, anak-anak tidak hanya membutuhkan bantuan berupa kebutuhan dasar, tetapi juga pendampingan psikologis dan dukungan emosional.
Karena itu lanjut Maria, kegiatan trauma healing dinilai sangat penting untuk membantu siswa mengelola rasa takut, cemas, maupun pengalaman traumatis yang mereka alami.
Pihak SDI Iligetang menilai, kehadiran Kepala Daerah bersama jajaran Pemerintahan Kabupaten Sikka di tengah-tengah para pelajar ini sebagai bentuk penguatan moral bagi dunia pendidikan.
Kehadiran pemerintah menunjukkan bahwa proses pemulihan pasca bencana gempa Flores tidak hanya menjadi tanggung jawab keluarga dan sekolah, tetapi merupakan perhatian bersama seluruh elemen pemerintah dan masyarakat.
“Kami dari pihak sekolah sangat mengapresiasi perhatian Pemerintah Kabupaten Sikka. Anak-anak membutuhkan suasana yang membuat mereka merasa aman dan diperhatikan. Kehadiran Bapak Bupati bersama tim dalam kegiatan ini memberikan semangat baru bagi kami untuk terus mendampingi anak-anak”, kata Maria.

Lebih lanjut Wakil Kepala SDI Iligetang menegaskan, sekolah memiliki peran penting dalam memastikan proses pemulihan anak berjalan secara berkelanjutan. Para guru tidak hanya bertugas memastikan kegiatan belajar mengajar kembali berjalan, tetapi juga harus peka terhadap perubahan perilaku dan kondisi emosional siswa setelah bencana.
Karena itu, pihak sekolah berharap kegiatan pendampingan psikososial dan trauma healing dapat terus dilakukan secara berkelanjutan, terutama bagi anak-anak yang mengalami langsung dampak bencana.
“Kami berharap pendampingan seperti ini tidak berhenti sampai di sini. Anak-anak membutuhkan proses untuk benar-benar kembali pulih dan siap mengikuti kegiatan belajar seperti biasa,” tegas Maria.
Kegiatan trauma healing di SDI Iligetang menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Sikka dalam memperkuat pemulihan masyarakat pasca bencana gempa Flores ini.
Pemulihan tersebut tidak hanya diarahkan pada perbaikan rumah, fasilitas umum, sarana pendidikan dan infrastruktur yang mengalami kerusakan, tetapi juga menyentuh aspek psikologis, sosial dan emosional masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan pelajar.
Kehadiran Bupati Sikka di tengah-tengah komunitas pendidikan sekaligus menegaskan bahwa pemulihan pasca bencana alam harus dilakukan secara menyeluruh.
Apalagi, anak-anak sebagai generasi penerus daerah perlu mendapatkan ruang yang aman untuk kembali belajar, bermain, berinteraksi dan membangun kembali rasa percaya diri setelah menghadapi situasi yang mengguncang secara fisik maupun emosional.
Apresiasi dari SDI Iligetang pun menjadi penegasan bahwa dukungan pemerintah yang hadir langsung menyentuh masyarakat memiliki arti penting dalam membangun kembali semangat dan optimisme anak-anak Sikka untuk bangkit dan melanjutkan aktivitas pendidikan.
Penulis: Maria E. Florida
Editor: Red












