PeristiwaBeritaDaerahHukrimNTT

Kecam Keras Oknum Kepolisian Diduga Lakukan Tindakan Represif, GMNI Cabang Sikka Resmi Laporkan Ke Propam: Tidak Akan Bungkam Gerakan Mahasiswa

10
×

Kecam Keras Oknum Kepolisian Diduga Lakukan Tindakan Represif, GMNI Cabang Sikka Resmi Laporkan Ke Propam: Tidak Akan Bungkam Gerakan Mahasiswa

Sebarkan artikel ini

WNK – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Sikka resmi melaporkan oknum anggota kepolisian Paulus Charles Rondo ke Propam Polres Sikka atas dugaan tindakan kekerasan terhadap Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Stefanus Bura, saat demonstrasi menuntut keadilan atas meninggalnya Ade Noni dalam kasus pembunuhan.

Ketua DPC GMNI Cabang Sikka, Wilfridus Iko menegaskan bahwa, dugaan tindakan represif terhadap kader GMNI bukan baru pertama kali terjadi.

Ia menyebutkan, sebelumnya kader GMNI bernama Ocang juga diduga mengalami penganiayaan saat aksi demonstrasi jilid pertama.

“Penganiayaan pertama terjadi terhadap Ocang pada aksi jilid pertama. Sekarang kembali terjadi terhadap Korlap aksi Stefanus Bura. Ini yang membuat kami menilai ada pola tindakan represif terhadap kader GMNI”, tegas Wilfridus Iko, Sabtu 23 Mei 2026.

Menurut GMNI Cabang Sikka, laporan resmi terkait dugaan kekerasan tersebut telah diterima langsung oleh Kasi Propam Polres Sikka, Fransiskus Somba.

Selain itu, Wilfridus juga mengaku telah melaporkan Barkot tersebut ke Mabes Polri agar mendapat perhatian di tingkat pusat.

Baca Juga:  Dugaan Penyelundupan Solar Subsidi Nelayan Alor Untuk Proyek Jalan 27 Miliar Di Pantar

“Kami juga sudah melaporkan kasus ini ke Mabes Polri supaya prosesnya benar-benar diawasi dan ditindaklanjuti secara serius”, lanjutnya.

Lebih lanjut GMNI Cabang Sikka kata Wilfridus, telah mengantongi sejumlah bukti berupa rekaman video, dokumentasi lapangan, dan keterangan para saksi yang berada di lokasi kejadian.

“Seluruh bukti tersebut telah dilampirkan dalam laporan resmi ke Propam. Kami datang membawa aspirasi rakyat dan memperjuangkan keadilan atas meninggalnya Ade Noni. Tetapi sangat disayangkan karena mahasiswa justru diduga mendapat tindakan represif”, ungkapnya.

GMNI Cabang Sikka mendesak Kapolres Sikka, Kapolda NTT hingga Mabes Polri untuk memastikan proses hukum dan kode etik terhadap oknum yang dilaporkan berjalan transparan apabila terbukti melakukan pelanggaran.

“Harapan kami jelas, harus ada tindakan tegas terhadap oknum yang terlibat. Jangan sampai tindakan represif terhadap mahasiswa terus terjadi di Kabupaten Sikka”, tegas Wilfridus Iko.

Pihaknya bahkan memberi ultimatum akan kembali turun melakukan aksi demonstrasi dengan massa lebih besar apabila laporan mereka tidak ditindaklanjuti secara serius oleh pihak kepolisian.

Baca Juga:  Carut-Marut Proyek Jalan Baranusa-Kabir, Dugaan Kongkalikong BBM Hingga Tuntutan Ganti Rugi Lahan

“Kalau tidak ada langkah tegas, maka kami bersama masyarakat dan elemen mahasiswa lainnya akan kembali turun ke jalan. Ini bentuk perlawanan terhadap tindakan represif”, tegas Wilfridus.

Sebelumnya, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Sikka mengecam keras tindakan pemukulan yang dialami salah satu kader GMNI Cabang Sikka yang diduga dilakukan oleh oknum aparat kepolisian saat berlangsungnya aksi pengawalan kasus pembunuhan Adik Noni, pada Sabtu 23 Mei 2026.

Tindakan represif tersebut dinilai sebagai bentuk kekerasan yang mencederai demokrasi dan kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum.

GMNI Cabang Sikka menegaskan bahwa, kadernya hadir dalam aksi tersebut sebagai bagian dari perjuangan moral untuk mengawal penegakan hukum dan menuntut keadilan atas kasus kemanusiaan yang menjadi perhatian publik.

GMNI Cabang Sikka kembali menegaskan, tindakan pemukulan terhadap kader organisasi ini merupakan bentuk intimidasi yang tidak dapat dibenarkan dalam negara hukum.

Aparat keamanan seharusnya menjalankan tugas dengan pendekatan persuasif dan humanis, bukan menggunakan kekerasan terhadap mahasiswa.

Baca Juga:  PPK Klarifikasi Proyek Rehabilitasi UPTD SD Inpres Pura: Pagu Anggaran DAU Senilai 400 Juta

“Kami mengecam keras tindakan pemukulan terhadap kader GMNI Cabang Sikka. Mahasiswa hadir menyuarakan keadilan, bukan untuk diperlakukan secara represif. Tindakan ini mencederai nilai demokrasi dan melukai rasa keadilan publik”, tegas GMNI Cabang Sikka.

GMNI Cabang Sikka mendesak institusi kepolisian agar segera memeriksa dan menindak tegas oknum yang terlibat dalam tindakan kekerasan tersebut secara terbuka dan profesional.

Selain itu, GMNI juga meminta adanya jaminan perlindungan terhadap hak mahasiswa dalam menyampaikan pendapat di muka umum tanpa intimidasi maupun tindakan represif.

Peristiwa pemukulan terhadap kader GMNI Cabang Sikka ini dinilai menjadi alarm serius bagi kebebasan demokrasi dan relasi antara aparat keamanan dengan masyarakat sipil.

Oleh karena itu, GMNI Cabang Sikka memastikan akan terus mengawal persoalan ini hingga ada kejelasan dan pertanggungjawaban dari pihak terkait.

GMNI Cabang Sikka menegaskan bahwa, tindakan kekerasan tidak akan membungkam gerakan mahasiswa dalam memperjuangkan keadilan dan kebenaran.

Penulis: Maria E. Florida
Editor: Markus Kari