WNK – Mari menyelami kekayaan budaya Kampung Adat Latifui yang dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Matalafang, Desa Lembur Barat, Kecamatan Alor Tengah Utara, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur melalui Ritual Balai Hateel yang dilakukan sebagai penanda tahun baru kalender pertanian Abui (salah satu suku di Bumi Nusa Kenari).
Balai Hateel merupakan ritual adat sakral sebagai permohonan petunjuk kepada ‘Lahataala’ Penguasa Alam Semesta, untuk menentukan lokasi pertanian pada musim tanam yang baru dalam kalender pertanian Abui.
Ritual ini akan dilaksanakan saat purnama, tepat pada tanggal “14 Muok Iya (28 Juli 2026)”, dan menjadi penanda dimulainya tahun baru kalender Abui.
Dari sinilah siklus kehidupan masyarakat adat dimulai, menyatukan nilai spiritual, penghormatan kepada alam, dan kearifan leluhur yang diwariskan turun-temurun.

Rangkaian ritual kemudian berlanjut dengan “Lasak Hoo Nukda” pada 19 November, yaitu ritual tanam atau memberi makan kepada tanah sebagai ungkapan syukur dan harapan akan kesuburan.
Selanjutnya, ritual “Fat Hiyel” pada 15 Mei menjadi perayaan makan baru, saat hasil pertama dipersembahkan dan dinikmati bersama.
Seluruh rangkaian ritual ditutup dengan “Fut Haluuk” pada 19 Juni, yakni sebuah pesta panen yang penuh sukacita sebagai ungkapan syukur atas hasil bumi yang melimpah.
Kini, rangkaian ritual adat tersebut telah menjadi kalender event budaya masyarakat Abui dataran rendah di Desa Lembur Barat, Kecamatan Alor Tengah Utara, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur.
Sebuah pengalaman autentik yang mengajak setiap pengunjung untuk menyaksikan harmoni antara manusia, alam, dan Sang Pencipta melalui tradisi yang tetap hidup hingga saat ini.
Ayokkk…Ingat hari dan tanggal 28 Juli 2026, hadir ke Kampung Adat Latifui. Ditempat inilah kita akan merasakan kehangatan masyarakat Abui dan menjadi bagian dari perjalanan budaya yang sarat makna, spiritualitas, dan warisan leluhur Alor.
Penulis: Red
Editor: Red












