BeritaDaerahNasionalNTTPeristiwaSosial

Hingga Hari Keenam Pasca Gempa Flores, Pengungsi Mandiri Di Sikka Belum Tersentuh Bantuan Kemanusiaan

×

Hingga Hari Keenam Pasca Gempa Flores, Pengungsi Mandiri Di Sikka Belum Tersentuh Bantuan Kemanusiaan

Sebarkan artikel ini

WNK – Memasuki hari keenam pasca bencana gempa tektonik yang menghantam Flores pada Sabtu 15 Agustus 2026 lalu, sejumlah wilayah terdampak bencana alam ini di Kabupaten Sikka dilaporkan belum menerima bantuan dari pemerintah.

Hal tersebut berdasarkan aduan dari korban gempa melalui Call Center Aliansi Wartawan Sikka (AWAS).

“Banyak laporan dari warga yang melakukan evakuasi mandiri dan membangun posko pengungsi mandiri di desa-desa dan kelurahan yang terkena dampak,” kata Mario WP. Sina, Ketua AWAS kepada Wartawan, Kamis 20 Agustus 2026.

“Banyak pengungsi mandiri hingga kini belum tersentuh bantuan dari pemerintah”, tambah Mario.

Kata dia, sejauh ini pendistribusian bantuan lebih difokuskan kepada para pengungsi yang berada lokasi evakuasi terpusat di Gelora Samador.

Menurutnya, dari aduan masyarakat beberapa wilayah seperti tujuh wilayah desa di Kecamatan Nita belum tersentuh bantuan seperti Desa Tada Lado, Bora, Nirangkliung, Nangablo, Desa Riit.

“Sejak gempa hari pertama sampai hari ke enam belum ada bantuan baik dari pemerintah, BPBD maupun relawan lainnya”, begitu isi pesan yang diterima AWAS.

Baca Juga:  Angka Pengungsi Di Gelora Samador Tak Menentu, Dinsos Sikka Pastikan Tak Ada Yang Kelewat Makan

“Bupati, banyak bantuan berton-ton itu kasih dengan kami pengungsi mandiri ini,” ujar warga Karmel, kelurahan Madawat, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka.

“Kami di sini tidur di teras, kadang di ruang tamu takut gempa susulan. RT sudah melapor ke Lurah, tetapi mereka bilang yang dapat bantuan kecuali yang tidur mengungsi di Gelora Samador”, kata warga RT 02, RW 02 Kelurahan Kabor, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka.

Selain itu, daerah seperti Nangahale juga mendapat perlakuan yang sama.

“Pejabat hanya datang lihat kami, tetapi setelah itu tidak bantu apa-apa”, ujar salah satu warga Nangahale yang mengungsi ke hutan ketika terjadi gempa.

Ketua AWAS kepada Wartawan Mario Sina berkata bahwa, fokus utama adalah Pulau Palue yang merupakan wilayah yang paling parah terkena dampak bencana Gempa Flores tetapi mengingat warga terdampak juga tersebar di 21 kecamatan lain yang harus juga menjadi prioritas.

Baca Juga:  Riset Mahasiswa ITB Di Alor Ungkap Tantangan Transportasi Online Kajek

Kendati demikian, pemerintah Kabupaten Sikka mengklaim telah menyalurkan bantuan ke 21 kecamatan di Kabupaten Sikka.

“Hingga Rabu 19 Agustus penyaluran bantuan terus dilakukan ke 21 kecamatan yang berada di daratan maupun kepulauan,” klaim Julianus Selsius, Kepala Bidang Kominfo Kabupaten Sikka melalui pesan WhatsApp Media Center Posko BPBD.

“Bantuan berdatangan baik dari pemerintah pusat, provinsi, partai politik, swasta, perbankan, LSM dan dunia usaha lain,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, (BNPB) Letnan Jenderal TNI Dr. Suharyanto menegaskan satgas tidak boleh lupakan pengungsi mandiri.

“Jangan hanya pengungsi yang terpusat yang diperhatikan, banyak juga (pengungsi) yang mandiri. Mereka jangan dilupakan”, ujar Suharyanto.

“Jangan yang pusatnya bagus, logistiknya bagus, fasilitasnya bagus, dapur umumnya bagus, fasilitas umumnya bagus, logistiknya bagus, Kemensosnya masuk disitu BNPB mati-matian di situ, yang sendiri-sendiri jauh itu tidak diperhatikan. Tidak adil. Tidak boleh memaksa. Masyarakat mau tinggal di rumahnya jangan dilupakan”, katanya.

Mario menegaskan, sesuai arahan dari Kepala BNPB demi keadilan dan untuk mengantisipasi munculnya kecemburuan dari masyarakat di wilayah-wilayah terdampak bencana.

Baca Juga:  KKR Karya Bakti Esra Soru Bawa Pesan "Damai Di Bumi" Di Kalabahi: Serukan Rekonsiliasi Vertikal Dan Horisontal Pasca Konflik Sosial

Aliansi Wartawan Sikka (AWAS) telah membuka call center dan setiap warga Kabupaten Sikka yang terkena dampak bencana Gempa Flores bisa menghubungi nomor-nomor telepon genggam awak media di Kabupaten Sikka.

Pembukaan call center, kata Mario, berawal dari kekhawatiran AWAS atas bantuan yang tidak merata terhadap warga terdampak di Sikka.

Adapun call center Aliansi Wartawan Sikka (AWAS) diantaranya, Mario W. P. Sina (florespedia.id)/ 081353867075. Maria E. Florida (wartanusakenari.com)/ 0852-1587-8354. Ade Riberu (floresterkini.com)/ 085183851454. Ijas Sagur (ekorantt.com)/ 081246462015. Ebed de Rosary (florespos.net)/ 081236097539. Vianey Tinto (tajukntt.id)/ 082147501571. Marsel Feka (nttexpress.com)/ 085331053830. Hengky Ola Sura (ekorantt)/ 081315987716. Yusuf Porwaila (delikkasus.com)/ 082246304275. Nivan Gomez (nttpost.com)/ 082346873103. Lukas Lado (ekorantt)/ 085141043686. Karel Pandu (gardaflores.com)/ 082145909588. Vicky da Gomez (suarasikka.com)/ 081246662471. Risto Jomang (ekorantt)/ 081238534726. Arnlod Welianto (tribunflores.com)/ 082237233425. Faidin (bajopos.com)/ 085317531207. Wiliam Toka              tajukntt.id.

Penulis: Maria E. Florida
Editor: Red