Example floating
Example floating
BeritaBudayaDaerahNTTPendidikan

Gaungkan Gerakan Bersama, Bunda Literasi Sikka Ajak Semua Pihak Jadikan Membaca Sebagai Budaya Dan Gaya Hidup

35
×

Gaungkan Gerakan Bersama, Bunda Literasi Sikka Ajak Semua Pihak Jadikan Membaca Sebagai Budaya Dan Gaya Hidup

Sebarkan artikel ini

WNK – Bunda Literasi Kabupaten Sikka Fista Sambuari Kago, S.H, menyampaikan komitmennya untuk menggerakkan budaya literasi di seluruh wilayah Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.

Hal ini disampaikannya dalam sambutan pada acara Pengukuhan Bunda Literasi Kabupaten Sikka yang digelar di Aula Frans Seda, Jumat 27 Februari 2026.

Dalam sambutannya, Fista Sambuari mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan untuk mengemban amanah sebagai Bunda Literasi Kabupaten Sikka.

Ia menegaskan bahwa, tugas tersebut bukan sekadar simbolis, melainkan tanggung jawab moral untuk membangun generasi yang cerdas, kritis, dan berkarakter melalui penguatan budaya baca.

Baca Juga:  Peserta Didik SD Tour Wisata Literasi, Dari Gramedia Hingga Kantor Bupati Sikka

“Literasi adalah fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul. Dari membaca, lahir pengetahuan. Dari pengetahuan, tumbuh karakter dan peradaban”, ungkapnya.

Fista Sambuari menekankan bahwa, literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup literasi digital, literasi keluarga, literasi budaya, dan literasi informasi.

Menurutnya, di tengah arus informasi yang begitu cepat, masyarakat harus dibekali kemampuan memilah dan memilih informasi secara bijak agar tidak mudah terpengaruh berita bohong maupun konten negatif.

Bunda Literasi Kabupaten Sikka ini juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, sekolah, komunitas, gereja, organisasi masyarakat, hingga dunia usaha untuk bersama-sama menjadikan literasi sebagai gerakan bersama.

Baca Juga:  Aksi “Bloom Of Peace" Didukung Kapolres Alor, Perempuan SEMATA Serukan Perdamaian Untuk Alor

“Keluarga adalah sekolah pertama. Mari kita mulai dari rumah dengan membiasakan anak-anak membaca setiap hari. Sediakan waktu, walau hanya 15 hingga 30 menit, untuk membaca bersama”, ajaknya.

Fista Sambuari juga menyatakan kesiapannya bersinergi dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Dinas PKO, Dinas PMD, para pegiat literasi dan sains, serta Bunda Paud dalam memperluas jangkauan program literasi hingga ke desa-desa dan komunitas akar rumput.

Baca Juga:  Warga Pertanyakan Legalitas Kepala sekolah Paud, Di minta Dinas Pendidikan Turun Tangan

Menurutnya, program seperti Gerakan 30 Menit Baca Buku di sekolah, penguatan pojok baca, serta layanan perpustakaan bergerak harus terus didukung dan dikembangkan agar menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok rentan seperti lansia dan difabel.

Mengakhiri sambutannya, Fista Sambuari mengajak seluruh masyarakat untuk jadikan membaca sebagai kebutuhan dan kebiasaan sehari-hari.

“Jika kita ingin melihat Sikka yang maju, maka kita harus mulai dari budaya literasi yang kuat. Mari kita jadikan membaca sebagai budaya dan gaya hidup masyarakat Sikka”, tutupnya dengan penuh semangat.

Penulis: Maria E. Florida
Editor: Markus Kari