WNK– Pelayanan kesehatan di Puskesmas Tamalabang, kecamatan Pantar timur Kabupaten Alor, menjadi sorotan tajam. Pasalnya, ketiadaan dokter umum selama berbulan-bulan di fasilitas kesehatan tersebut menyebabkan warga, khususnya dari Desa Kalep, kesulitan mendapatkan penanganan medis yang layak.
Kondisi ini memuncak ketika sejumlah pasien dalam keadaan darurat (emergency) kesulitan mendapatkan petunjuk rujukan. Tanpa adanya dokter yang bertugas, prosedur administrasi rujukan ke RSD Kalabahi menjadi terhambat, yang berisiko fatal bagi keselamatan pasien.
Pasien Dipulangkan Secara Paksa
Salah satu warga Desa Kalep STEFANUS LALANGSIR mengungkapkan kekecewaannya. Ia mengaku melihat sendiri bagaimana warga yang datang jauh-jauh dalam kondisi sakit harus kembali ke rumah tanpa pengobatan.
”Kami merasa dianaktirikan. Orang sakit butuh pertolongan cepat, tapi sampai di Puskesmas justru disuruh pulang karena tidak ada dokter yang berani bertanggung jawab atas tindakan, kandokter ini suda di bayar negara untuk melayani kami satu kecamatan ini, tapi justru kenapa tidak ada di tempat, yang kami heran lagi kalau ada pasien datang mau konsultasi dokter, biasanya komunikasi lewat WA, itu yang sala ini terjadi di sini,” Ungkap kepada media jumat 10/04/26
Kesaksian Tenaga Kesehatan
Kabar mengenai kekosongan dokter ini dibenarkan oleh salah satu Tenaga Kesehatan (Nakes) di Puskesmas Tamalabang. Saat dikonfirmasi, sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan tersebut mengakui bahwa pihak Puskesmas berada dalam posisi dilematis.
”Benar, sudah berbulan-bulan dokter tidak ada di tempat. Kami di sini (Nakes) sering kali terpaksa menolak pasien atau menyarankan mereka pulang/dirawat di rumah saja jika kondisinya berat. Kami tidak berani mengambil risiko medis karena tidak ada dokter yang memberikan instruksi atau bertanggung jawab secara hukum atas diagnosa pasien,” ungkap Nakes tersebut.
Mendesak Respon Pemerintah Daerah
Ketiadaan tenaga medis ahli di wilayah pelosok seperti Tamalabang menambah daftar panjang masalah kesehatan di Kabupaten Alor. Warga berharap Pemerintah Daerah, khususnya Dinas Kesehatan Kabupaten Alor, segera mengambil langkah konkret.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat Desa Kalep dan sekitarnya masih menanti kepastian kapan dokter akan kembali bertugas di Puskesmas Tamalabang agar nyawa pasien darurat tidak lagi terancam akibat kendala birokrasi dan kekosongan tenaga medis.
Penulis: [SIUS DJOBO]
