PertanianDaerah

Pelaksanaan APBDES Desa Fungafeng 2026 Akan Digelar Ulang

115
×

Pelaksanaan APBDES Desa Fungafeng 2026 Akan Digelar Ulang

Sebarkan artikel ini

WNK – Pelaksanaan APBDES Desa Fungafeng Kecamatan Alor Tengah Utara, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur tahun anggaran 2026 akan digelar ulang rapat bersama di bulan kedua tahun ini.

Penjelasan ini disampaikan Kepala Desa Fungafeng Sinvensius Padama, saat di konfirmasi wartawan media ini, Rabu 14 Januari 2026.

Sinvensius mengatakan, program-progaram kerja yang telah dilakukan kesepakatan bersama, namun terkendala dengan adanya pemotongan anggaran sehingga dikkhawatirkan dana tersebut tidak mencukupi pelaksanan kegiatan tahun 2026 ini.

Baca Juga:  Perdamaian Restoratif Kasus Dugaan Penganiayaan Terlaksana Di Polres Alor, Terlapor Dan Pelapor Saling Memaafkan

Oleh karena itu lanjut Sinvensius, akan dilakukan pertemuan kembali di bulan kedua Tahun ini.

“Secara administrasi pelaksanaan APBDES tahun anggaran 2026 belum dilakukan penetapan, sehingga pertemuan diagendakan kembali di bulan kedua ini akan merefisi kembali dan menyesuaikan dengan vulume anggaran tersebut”, ujarnya.

Baca Juga:  KKR Karya Bakti Esra Soru Bawa Pesan "Damai Di Bumi" Di Kalabahi: Serukan Rekonsiliasi Vertikal Dan Horisontal Pasca Konflik Sosial

Lebih lanjut, Kepala Desa Sinvensius menjelaskan di tahun 2025 lalu APBDES Desa Fungafeng telah meliputi pelaksanaan beberapa kegiatan diantaranya sektor pangan, ternak babi, perumahan dan tiga buah tambatan perahu dengan nilai Rp.150.000.000.

“Namun belum dilakukan proses pembayaran karna tehambat proses administrasi dan akan dilakukan pelaksanaan pembayaran di tahun ini”, ucapnya.

Baca Juga:  Kades Ternate Ucapkan Terima Kasih Ke Anggota DPRD Alor Taufik Syabudin, Jalan Setapak 603 Meter Resmi Hadir Untuk Warga

Saat ditanya terkait tiga buah sumur bor di Desa Fungafeng Kepala Desa Sinvensius tidak mengetahui terkait adanya pengerjaan sumur bor tersebut.

“Saya tidak tau pelaksanaan kegiatan sumur bor tersebut karena dari Tahun 2022 dua unit Sumur Bor aktif. Satu buah rusak dan tidak di manfaatkan”, tandasnya.

Penulis: SJ
Editor: Markus Kari