WNK – Informasi mengenai pelarian SG, terduga pelaku pembunuhan siswa SMP di Desa Rubit, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur semakin benderang.
Seorang warga yang tak ingin disebutkan namanya mengaku melihat keberadaan SG di kawasan Terminal Lokaria, Kecamatan Kangae, pada Jumat (27/2/2026) sore sekitar pukul 16.00 WITA.
Kabar ini kemudian terdengar di keluarga korban pada Jumat malam dan sontak menyulut amarah keluarga korban yang tengah menggelar ibadah malam terakhir di rumah duka, hingga berujung pada penggerudukan Mapolres Sikka pada malam harinya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari percakapan warga di Mako Polres Sikka saat itu, SG terlihat berada di area Terminal Lokaria dalam kondisi fisik yang lemah.
SG dilaporkan berjalan tertatih-tatih dengan bantuan tongkat dan mengenakan celana pendek berwarna hitam dan baju kaos berwarna cokelat.
Melihat SG, beberapa ojek dan supir yang berkumpul di area Terminal Lokaria sempat lari membubarkan diri.
“Tadi sore jam 4.00, dia sempat tanya ojek dulu baru. Kami lihat dia kami lari, kerena takut”, ungkap warga tersebut.
Warga itu mengkonfirmasi bahwa orang yang dilihatnya adalah benar SG.
“Kami di sana lihat, dan kami pastikan itu SG. Ojek dan sopir-sopir juga tahu karena kami satu kampung, makanya kami lari dan takut, kok ini orang bisa kabur”, ungkapnya lagi.
Selanjutnya, SG sempat berhasil menghentikan seorang tukang ojek dan meminta diantar ke Nebe.
Tanpa mengetahui status SG sebagai terduga pelaku yang kabur, tukang ojek tersebut langsung memboncengnya pergi.
Informasi pelarian SG sampai ke telinga keluarga di Desa Rubit saat mereka sedang melaksanakan ibadah malam terakhir untuk almarhum S.T.N. Kabar tersebut memicu situasi mencekam di kampung.
Keluarga korban akhirnya berunding dan memutuskan untuk turun langsung ke Mapolres Sikka menggunakan satu mobil dan beberapa motor.
“Keluarga marah besar. Di kampung tadi sementara sembahyang malam terakhir, lalu dengar kabar dia (SG) sudah heboh di luar. Akhirnya perwakilan keluarga dan dua orang pelapor kasus langsung bergerak ke Polres malam ini untuk minta penjelasan”, ujar seorang sumber terpercaya.
Keluarga mendesak pihak kepolisian untuk segera bergerak ke arah Nebe, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, lokasi yang diduga menjadi tujuan pelarian SG bersama tukang ojek yang memboncengnya.
Mereka juga meminta polisi memeriksa rekaman CCTV di sekitar area Terminal Lokaria dan perusahaan di sampingnya untuk memastikan arah pelarian.
“Yang bonceng itu orang Nangahale (Kecamatan Talibura), warga di sana kenal semua. Polisi harus profesional, jangan sampai saksi kunci ini hilang jejak”, tegas salah satu perwakilan warga.
Hingga berita ini diturunkan, Kapolres Sikka melalui Kasi Humas belum memberikan keterangan resmi dan malah merilis penetapan tersangka kasus tersebut.
Penulis: Maria E. Florida
Foto: Ilustrasi (Internet)
Editor: Markus Kari















