Example floating
Example floating
BeritaDaerahHukrim

Tantang Pimpinan Bhayangkara! Ratusan Mahasiswa Kepung Polres Sikka Meski Diterpa Hujan Deras, Ada Apa?

17
×

Tantang Pimpinan Bhayangkara! Ratusan Mahasiswa Kepung Polres Sikka Meski Diterpa Hujan Deras, Ada Apa?

Sebarkan artikel ini

WNK – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Maumere dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Sikka berdiri berjam-jam di bawah hujan deras di Lapangan Apel Polres Sikka, Rabu 4 Maret 2026.

Dengan pakaian basah kuyup, mereka tetap bertahan demi satu tuntutan, kejelasan dan keadilan atas kematian siswi SMP di Rubit, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.

Aksi tersebut digelar sebagai bentuk desakan terhadap transparansi penanganan kasus yang hingga kini dinilai belum memberikan jawaban memuaskan kepada publik, khususnya bagi keluarga korban.

Baca Juga:  Sabdi Makanlehi Pertanyakan Mandeknya Kasus Dana Hibah KONI Di Kejari Alor, "Jangan Sampai Masuk Angin"

Mahasiswa menilai, kehadiran langsung Pimpinan Institusi Bhayangkara menjadi langkah penting untuk meredam spekulasi serta menunjukkan tanggung jawab moral di tengah sorotan masyarakat.

Dalam orasinya, salah satu perwakilan massa menyampaikan pernyataan tegas yang langsung menggema di tengah hujan.

“Jika rakyat bisa berdiri berjam-jam di bawah hujan demi mencari keadilan, mengapa Pimpinan Institusi (Bhayangkara) tidak bisa berdiri beberapa menit untuk mendengar?”, serunya.

Baca Juga:  Peserta Didik SD Tour Wisata Literasi, Dari Gramedia Hingga Kantor Bupati Sikka

Pernyataan tersebut menjadi titik tekan aksi. Mahasiswa menegaskan bahwa diam bukanlah sikap netral, dan ketidakhadiran dalam momen krusial dapat ditafsirkan sebagai bentuk pengabaian terhadap aspirasi publik.

Mereka menuntut komunikasi yang terbuka dan penjelasan langsung terkait perkembangan penyelidikan kasus.

Koordinator lapangan menyampaikan bahwa aksi ini merupakan bentuk kontrol sosial dan kepedulian terhadap nilai kemanusiaan.

“Kami tidak datang untuk membuat kericuhan. Kami datang untuk memastikan bahwa setiap nyawa dihargai dan proses hukum berjalan transparan serta profesional”, ujarnya.

Baca Juga:  Jelang Paripurna DPRD Alor, Pandangan Partai Pengusung Terhadap Pemerintahan Iskandar Rocky

Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian.

Hingga berakhir aksi demonstrasi ini, mahasiswa tetap menegaskan komitmen mereka untuk terus mengawal proses hukum sampai ada penjelasan resmi yang dinilai komprehensif dan dapat dipertanggungjawabkan.

PMKRI Cabang Maumere dan GMNI Cabang Sikka menegaskan, perjuangan mereka bukan sekadar simbolik.

Dibawah hujan deras, mereka ingin memastikan bahwa suara keadilan tidak tenggelam bersama derasnya air yang mengguyur Lapangan Apel Polres Sikka.

Penulis: Maria E. Florida
Editor: Markus Kari