NTTBudayaDaerah

Hallo Bupati Alor Dan DPRD! Masyarakat Inisiatif Buat Jembatan Darurat Di Pido, Sampai Kapan Kondisi Ini Bisa Diperhatikan?

197
×

Hallo Bupati Alor Dan DPRD! Masyarakat Inisiatif Buat Jembatan Darurat Di Pido, Sampai Kapan Kondisi Ini Bisa Diperhatikan?

Sebarkan artikel ini

WNK – Jembatan penyebrangan yang menghubungkan Desa Pido dan Desa Kenarimbala, Kecamatan Alor Timur Laut, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur yang ambruk habis terbawa banjir bandang tak kunjung diperbaiki, masyarakat mulai berinisiatif untuk membuat jembatan penyeberangan darurat menggunakan kayu.

Terpantau disana, masyarakat sangat antusias bergotong royong memikul kayu dan menyambung menjadi satu kesatuan untuk menjadikan jembatan penyeberangan.

Baca Juga:  Dugaan Penyelewengan Dana BOK! Kepala Puskesmas Tamalabang Dan Dokter Jarang Di Tempat, Kepala Irda: Akan Periksa Secepatnya

Salah satu masyarakat yang ikut melakukan kegiatan tersebut Imanuel Ore saat dihubungi Wartawan Warta Nusa Kenari via WhatsApp, Selasa 20 Januari 2026, membenarkan kegiatan gotong royong tersebut.

Mirisnya, kondisi ini belum pernah tersentuh atau jauh dari perhatian pemerintah.

Untuk itu, mereka memohon kepada Bupati Alor Iskandar Lakamau dan DPRD Kabupaten Alor agar antusias dalam pembangunan jembatan ini.

Baca Juga:  166 Personil Gabungan Diterjunkan, Kapolres Azhari: Moment Paskah Penyejuk Hati

“Masyarakat RW 01, Desa Pido pikul balok (kayu) untuk kerja jembatan darurat supaya motor bisa lewat smpai kampung, karena sampe sekarang belum ada Dewan (DPRD Kabupaten Alor) dan bapak Bupati Alor belum perhatikan kami masyarakat”, ujarnya.

Baca Juga:  Laporan Mandek! Kinerja Kejari Alor Dipertanyakan Terkait Dugaan Korupsi Dana Desa, TPK: Kami Sudah Diperiksa Tapi Tidak Terbukti

Proses pembuatan jembatan darurat ini sementara ditunda karena masih membutuhkan beberapa bahan tambahan.

“Masih dalam proses sambung (kayu) terus kerja setelah itu baru pasang menjadi jembatan. Untuk sementara belum pasang, karena masih perlu semen dengan bot paku”, lanjutnya.

Penulis: Yusub N. Lande
Editor: Markus Kari