NasionalBeritaBudayaDaerahNTT

Menyongsong Hari Lahir Pancasila, Paguyuban Alor Pantar Di Ende Terlibat Pentas Budaya Dan Parade Kebangsaan

9
×

Menyongsong Hari Lahir Pancasila, Paguyuban Alor Pantar Di Ende Terlibat Pentas Budaya Dan Parade Kebangsaan

Sebarkan artikel ini

WNK – Dalam rangka Hari lahir Pancasila, Paguyuban Alor Pantar di Ende ikut terlibat dalam acara malam pentas budaya dengan tarian Cakalele dan lego-lego yang dihadiri secara langsung oleh Bupati Ende Yosef Benediktus Badeoda dan Wakil Bupati Ende Dominikus Minggu Mere bersama seluruh Forkopimda Kabupaten Ende, pada Jumat 29 Mei 2026.

Selain itu, Paguyuban Alor Pantar dengan keberagaman pakaian adatnya juga diberikan kesempatan menjemput Patung Burung Garuda dari pelabuhan Bung Karno Ende ke lapangan Pancasila dalam Parade Kebangsaan, pada Sabtu 30 Mei 2026.

“Malam, kita Etnis (Paguyuban) Alor Pantar mengikuti acara pawai obor bersama seluruh masyarakat kota Ende”, ujar Ketua Ikatan Keluarga Alor Pantar (IKAP) Ende Kaleb Kabeibeka, S.Pd, kepada Wartawan Warta Nusa Kenari, Minggu 31 Mei 2026.

Baca Juga:  GAMKI Award 2026, Alor Masuk Nominasi DPC Terbaik 2 Se-Indonesia

Melalui kesempatan tersebut, pihaknya sangat bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah memberikan kesehatan dan kekuatan sehingga Paguyuban Alor Pantar di Ende dapat terlibat dalam kegiatan Pentas Budaya, Parade Kebangsaan dan Pawai Obor.

Mewakili Paguyuban Alor Pantar, Ketua IKAP Ende Kaleb Kabeibeka sangat berterima kasih kepada Bupati Ende Yosef Benediktus Badeoda dan Wakil Bupati Ende Dominikus Minggu Mere yang telah melibatkan pihaknya berpartisipasi secara langsung dalam kegiatan menyongsong Hari Lahir Pancasila.

“Pertama-tama, kami sangat bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah memberi kami kesehatan dan kekuatan sehingga kami dapat terlibat dalam kegiatan tersebut. Kami Etnis (Paguyuban) Alor Pantar sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati Ende dan Wakil Bupati Ende yang sudah memberi kami tempat untuk kami menyambut Patung Burung Garuda dengan tarian adat cakalele”, ungkap Kaleb.

Baca Juga:  Camat ATU Sabdi Makanlehi Soroti Proses Baperjakat Di Pemerintahan Kabupaten Alor

Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ende dan Keluarga Besar Alor Pantar di Ende yang sudah mendukung pihaknya bahkan terlibat serta berkorban waktu, tenaga dan materi dalam menyukseskan kegiatan ini.

Sebagai orang Alor Pantar di rantauan, Kaleb yang berasal dari Desa Lakatuli Suku Melelang ini berpesan agar jangan lupa akan budaya yang sudah diwariskan para leluhur.

“Dengan melalui budaya kita dapat saling menerima sebagai keluarga yang hidup rukun damai di tanah kelahiran tercinta Alor Pantar dan di tanah rantau. Kalau bukan kita, siapa lagi! Untuk itu, mari kita hindari perbedaan yang mau merusak persatuan kita. Dengan semangat Semboyan Tara Miti Tomi Nuku yang sudah diwariskan leluhur, kita terus lestarikan dimana saja kita berada”, tegasnya.

Baca Juga:  Dugaan Penyelundupan Solar Subsidi Nelayan Alor Untuk Proyek Jalan 27 Miliar Di Pantar

Paguyuban Alor Pantar di Ende berkomitmen tetap menjaga persatuan dan kesatuan dalam bingkai tarian lego-lego sebagai simbol keakraban dan kekeluargaan orang Alor Pantar.

“Kedepan, kita orang Alor Pantar di Ende tetap mendukung dan membangun kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Ende dan Dinas terkait agar budaya kita orang Alor Pantar tetap eksis di tingkat dunia, nasional dan lokal”, tutup Ketua IKAP Ende Kaleb Kabeibeka dengan kalimat akhir Tara Miti Tomi Nuku, Kangoo.

Penulis: Markus Kari
Editor: Red