Example floating
Example floating
DaerahKesehatanNTTTeknologi

Diduga Ada “Permainan Gelap” Alat Kesehatan, IRDA Alor Diminta Periksa RSD Kalabahi

120
×

Diduga Ada “Permainan Gelap” Alat Kesehatan, IRDA Alor Diminta Periksa RSD Kalabahi

Sebarkan artikel ini

WNK – Pengadaan Alat kesehatan di Rumah Sakit Daerah (RSD) Kalabahi, Kabupaten Alor secara rutin dianggarkan setiap tahun, baik melalui APBD maupun dibiayai dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia.

Pemerintah telah mengalokasikan aliran dana yang cukup besar untuk pembiayaan alat-alat kesehatan dimaksud sampai pada fasilitas gedung yang mewah.

Rincian anggaran paket rutin dan operasional yang teridentifikasi belanja barang persediaan dan medis di Rumah Sakit terbesar di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur ini diantaranya operasional medis harian seperti pengadaan alat suntik kain kasa bahan laboratorium dan reagen, obat-obatan rutin, pengadaan obat formularium nasional (FORNAS) dan obat rumah sakit melalui mekanisme E-Katalog.

“Namun semua faslitas dan obat-obatan ini tidak dirasakan dan dinikmati oleh masyarakat (pasien) dengan baik saat berobat ke RSD Kalabahi”, ungkap salah seorang warga Kabupaten Alor yang sempat mengantarkan anaknya ke Ruang IGD RSD Kalabahi saat mengalami sakit batuk dan pilek, kepada Wartawan Warta Nusa Kenari, Selasa 20 Januari 2026.

Baca Juga:  Gelar Kegiatan Literasi Dan Sains Di SDI Solot, Bunda Literasi Sikka Ny Fista: Dorong Anak-Anak Cinta Proses Belajar

Narasumber terpercaya yang namanya tidak ingin dipublikasikan ini membeberkan, dalam pemeriksaan dokter saat membuat rujukan pengambilan obat sirub batuk dan pilek tersebut dan ingin mengambilnya, dokter tersebut menjelaskan bahwa, di RSD Kalabahi tidak tersedia obat tersebut.

“Sehingga dokter membuat resep obat batuk pilek yang kapasitas untuk orang besar itulah yang akan diulik dan diberikan dosis untuk anak-anak. Kami juga diarahkan dokter untuk membeli obat sirub di Apotek luar dengan reseb yang sudah dibuat dokter tersebut, namun Pihak RSD Kalabahi tidak menanggung pembiayaan Obat tersebut. Padahal pasien ini tanggung jawab BPJS Pemerintah”, ungkapnya.

Baca Juga:  Tidak Transparan! Hasil Seleksi Tiga Besar Calon Sekda Kabupaten Alor Dipertanyakan, Desak KASN Turun Tangan

Selain itu, terdapat juga di ruang IGD Rumah Sakit Daerah (RSD) Kalabahi, sejumlah Alat Tensi Darah yang tidak berfungsi atau rusak yang masih digunakan.

“Timbul pertanyaan, dimana alat-alat kesehatan dan obat-obatan yang dibelanjakan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pasien setiap tahun selama ini. Pasti ada dugaan permainan gelap”, pangkas narasumber tersebut.

Ia juga mememinta kepada Inspektorat Kabupaten Alor untuk memeriksa pihak Rumah Sakit Daerah (RSD) Kalabahi terkait pengggunaan alat-alat kesehatan dan obat-obatan tersebut.

Baca Juga:  Viral! Warga Pertanyakan Karcis Retribusi Parkir Di Halaman RSD Kalabahi, dr. Anjas: Itu Kewenangan Dinas Perhubungan Alor

“Saya minta kepada Inspektorat (Irda) Kabupaten Alor untuk memeriksa RSD Kalabahi terkait pengggunaan alat-alat kesehatan dan obat-obatan”, tutup Dia.

Direktur RSD Kalabahi dr. Lodywik Anjassius Ata Alopada melalui Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) Nova Neli Namo yang dikonfirmasi Wartawan Warta Nusa Kenari, Rabu 21 Januari 2026 pagi ini mengatakan, akan mengecek pengeluhan ini ke bidang-bidang yang menangani alat kesehatan dan obat-obatan.

“Terkait pengeluhan adanya dugaan permainan gelap alat-alat kesehatan dan obat-obatan di RSD Kalabahi, kami akan mengambil langkah atau berusaha untuk melakukan evaluasi bersama bidang yang menangani alat kesehatan dan farmasi di RSD Kalabahi”, kata Nova.

Penulis: Sius Djobo
Editor: Markus Kari