WNK – Istilah “SMK Bisa” adalah slogan motivasi pendidikan kejuruan di Indonesia yang menggambarkan komitmen sekolah untuk menghasilkan lulusan kompeten, kompetitif, mandiri, kreatif, dan siap kerja. Slogan ini menegaskan bahwa lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki keahlian praktis yang tinggi dan mampu beradaptasi dengan dunia industri maupun berwirausaha.
Dibalik kesuksesan dan keberhasilan sekolah ini, ada pimpinan dan juga dukungan guru, pegawai dan siswa-siswi serta Komite bersama pendukung SMK Negeri Bukapiting yang terus bekerja keras untuk saling mendukung dalam pencapaian keberhasilan sekolah dan siswa ke mata dunia.
Hal utama yang membedakan adalah kualitas manusianya. Jika memang kualitasnya baik dan mendapat pendidikan terbaik, tentunya hasil yang diperoleh akan menjadi lebih maksimal dari tahun ke tahun.
Salah satu Sekolah Menengah Kejuruan Negeri yang berada di Desa Waisika Kecamatan Alor Timur Laut, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur ini terus menorehkan sejarah.

Sekolah tidak saja memberi ilmu, tetapi juga berkreasi untuk mandiri dan mampu bekerja di dunia industri bagi peserta didik selepas menyelesaikan pendidikan menengah di sekolah ini.
Hal itu disampaikan Kepala SMK Negeri Bukapiting Simon D. G. Laumakiling , S.Pd, disela-sela kunjungan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam acara Workshop penyusunan soal ujian satuan pendidikan Tahun Pelajaran 2025/2026 dan Penyusunan Dokumen Pendirian LSP-PI, Rabu 28 Januari 2026.
Semon mengatakan, pihaknya selalu berkarya bersama untuk mewujudkan sinergi antara visi sekolah dan kreativitas siswa.
“Karya yang lahir dari kolaborasi hati dan pikiran akan meninggalkan jejak inspirasi abadi. Maka dari itu, Sekolah terus berkarya bersama seluruh siswa di masing-masing hurusan untuk mengembangkan bakat dan minat siswa-siswi dengan didampingi Guru Pembimbing masing-masing dapat melahirkan beberapa produk, salah satunya adalah Abon Ikan Baulei yang diproduksi dari Ikan Tuna yang langsung diambil dari tempat pemeliharaan sekolah dan hasil produk abon ini telah dipromosikan di Kupang (Ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur) dan beberapa Kabupaten lainnya,” ungkap Kepala SMK Negeri Bukapiting Simon D. G. Laumakiling.

Simon berharap, hasil olahan ikan tuna menjadi abon ikan bahlei ini dapat diminati oleh semua masyarakat untuk dikonsumsi. Selain itu, dirinya pada setiap kesempatan juga berharap, sekiranya hasil usaha siswa-siswi SMK Negeri Bukapiting ini bisa membawa nama NTT di tingkat Nasional sekaligus dapat mendukung Program Gubernur NTT dibawah kepemimpinan Melki Lakalena dan Johni Asodoma.
“Mari terus berinovasi, berani mencoba, dan mengubah ide kecil menjadi prestasi besar untuk masa depan. Kreativitas dan inovasi yang ditopang dengan disiplin dan kerja sama akan menghasilkan sebuah karya yang luar biasa”, ucapnya.
“Dengan kehadiran Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT Bapak Ambrosius Kodo, sekiranya bisa dapat menjawab beberapa kebutuhan yang sangat diperlukan untuk melengkapi yang ada”, tutup Simon.
Penulis: Yusub N. Lande
Editor: Markus Kari















