BeritaDaerahHukrimPeristiwa

Berkas Perkara Kasus Nenek Marta Dalam Perbaikan, Kapolres Azhari Minta Masyarakat Jangan Mudah Terprovokasi

55
×

Berkas Perkara Kasus Nenek Marta Dalam Perbaikan, Kapolres Azhari Minta Masyarakat Jangan Mudah Terprovokasi

Sebarkan artikel ini

WNK – Aksi spontanitas keluarga korban bersama sejumlah masyarakat di pertigaan selamat jalan Desa Petleng, Kecamatan Alor Tengah Utara, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur meminta keadilan untuk Nenek Marta Ahalafani korban penganiayaan, pelecehan dan pencemaran nama baik mendapat respon dari kepolisian.

Kapolres Alor AKBP Nur Azhari, SH, mengatakan, kasus tersebut sudah diberikan SP2HP dan dikirim ke pihak korban maupun pelapor sebanyak 2 kali.

Selain itu lanjut Kapolres Azhari, penyampaian P-18 terkait kasus ini ke pendamping sebanyak 1 kali.

Baca Juga:  Tidak Ada KKN! Direktur Perumda Air Minum Wair Pu’an Sikka Tegaskan Rekrutmen Pegawai Jalur Seleksi Secara Transparan

Pihaknya sudah sering berkomunikasi menyampaikan perkembangan penanganan kasus yang terjadi pada Maret lalu tersebut kepada pendamping korban maupun pelapor.

“Tadi itu ada yang memberi isu bahwa penanganan terhadap kasus berjalan lambat. Padahal itu sebenarnya tidak lambat. Dimana, (penanganan kasus) itu sudah melalui mekanisme yang standart. Hanya saja ini masyarakat tidak sabar dan maunya itu agar cepat-cepat disidangkan”, kata Kapolres Azhari saat dikonfirmasi Wartawan Warta Nusa Kenari via WhatsApp, usai melakukan konfirmasi kepada Kapolsek ATU Iptu, I. Wayan A. Suyadnya dan Kanit Reskrim ATU, Jumat 5 Juni 2026 sore.

Baca Juga:  Anggota SPKT Polres Alor Diduga Paksa Buat Pernyataan Pengembalian Moko, Pihak Keluarga Akan Laporkan Ke Propam

Orang nomor 1 di Kepolisian Resor (Polres) Alor tersebut menambahkan, berkas kasus tersebut masih dalam proses perbaikan atas petunjuk jaksa.

“Jadi (berkas kasus nenek Marta) itu ya harus diperbaiki dulu”, katanya.

Baca Juga:  Diduga Lakukan Penagihan Tak Beretika, Oknum Petugas BRI Unit Mebung Kalabahi Akan Dilaporkan Ke OJK

Menanggapi aksi spontanitas keluarga korban dan sejumlah masyarakat yang menutup penuh ruas jalan tersebut, Kapolres Azhari meminta warga agar jangan terpancing dan mudah terprovokasi atas berbagai isu yang beredar terkait kasus yang sedang berproses ini.

“Saya juga heran, ini masyarakat kenapa menjadi sensitif seperti ini. Terlalu mudah terprovokasi atas isu hal-hal yang mereka kurang faham”, pungkas Kapolres Azhari.

Penulis/Editor: Red