Example floating
Example floating
BeritaDaerahHukrimPeristiwa

Tuntut Keadilan Kasus Kematian Seorang Siswi SMP Di Rubit, Aksi GMNI Sikka Berujung Bentrokan Fisik

9
×

Tuntut Keadilan Kasus Kematian Seorang Siswi SMP Di Rubit, Aksi GMNI Sikka Berujung Bentrokan Fisik

Sebarkan artikel ini

WNK – Aksi unjuk rasa yang digelar oleh Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Sikka di depan Markas Kepolisian Resor Sikka, Rabu 4 Maret 2026, berakhir ricuh.

Demonstrasi yang bertujuan mengawal penanganan kasus kematian seorang siswi SMP di Desa Rubit, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur berubah menjadi bentrokan antara mahasiswa dan aparat kepolisian.

Ketegangan bermula ketika massa aksi berupaya memasuki halaman Polres Sikka untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.

Baca Juga:  Korban Dianiaya Hingga Meninggal, Polres Sikka Tetapkan FRG Tersangka Kasus Persetubuhan Anak Dibawah Umur

Aparat yang berjaga menghadang massa di pintu gerbang, sehingga memicu aksi saling dorong. Situasi pun memanas dan tak terkendali.

Ditengah kericuhan, terjadi kontak fisik antara sejumlah mahasiswa dan aparat. Beberapa oknum petugas terlihat melayangkan pukulan dan tendangan, bahkan menggunakan pentungan untuk membubarkan massa. Sementara itu, mahasiswa tetap berusaha bertahan dan menyuarakan tuntutan mereka.

Pihak kepolisian berupaya meredam keadaan dengan mempertahankan barikade dan mengamankan beberapa peserta aksi dari lokasi bentrokan guna mencegah eskalasi lebih lanjut.

Baca Juga:  Disarpus Sikka Lakukan Pemeliharaan Dan Penyusutan Arsip Di Disperindag Sikka

Dalam insiden tersebut, seorang mahasiswa dilaporkan mengalami luka gores cukup serius di bagian leher.

Aksi tersebut merupakan bentuk desakan GMNI Cabang Sikka agar penyelidikan kasus kematian siswi SMP di Desa Rubit dilakukan secara profesional, transparan, dan menyeluruh.

Ketua GMNI Cabang Sikka Wilfridus Igo, menegaskan, pentingnya pengungkapan fakta secara terang benderang agar keadilan bagi korban dapat ditegakkan.

“Kami meminta proses hukum berjalan jujur dan terbuka. Jangan ada yang ditutup-tutupi. Keadilan untuk korban harus menjadi prioritas”, tegasnya dalam orasi.

Baca Juga:  Penyidik Polres Sikka Bisa Tetapkan SG Sebagai Tersangka! Ada Dugaan Pelaku Lain Dalam Kasus Kematian Pelajar SMP Di Rubit

Setelah situasi berangsur kondusif, aparat akhirnya membuka akses bagi massa untuk masuk ke halaman Mapolres.

Di lokasi tersebut, mahasiswa melanjutkan penyampaian pernyataan sikap dan tuntutan mereka kepada jajaran pimpinan kepolisian.

Hingga berita ini diturunkan, kondisi di sekitar Mapolres Sikka terpantau kembali aman dengan pengamanan tetap disiagakan untuk mengantisipasi potensi gangguan lanjutan.

Penulis: Maria E. Florida
Editor: Markus Kari